Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

HUKUM MENGQADHA’ SALAT YANG DITINGGALKAN DENGAN SENGAJA STUDI KOMPARATIF PANDANGAN IMAM NAWAWI AD-DIMASYQI DAN IBNUL QAYYIM AL JAUZIYYAH

TAJUDIN, ABDUL QAYUM BIN (2023) HUKUM MENGQADHA’ SALAT YANG DITINGGALKAN DENGAN SENGAJA STUDI KOMPARATIF PANDANGAN IMAM NAWAWI AD-DIMASYQI DAN IBNUL QAYYIM AL JAUZIYYAH. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kajian ini dilakukan adalah untuk mengetahui jawaban segala rumusan permasalahan pandangan Imam an-Nawawi tentang mengqadha salat yang dtinggalkan dengan sengaja, pandangan Ibnul Qayyim tentang mengqadha salat yang ditinggalkan dengan sengaja dan studi komparatif metode istinbath pandangan Imam an-Nawawi dan Ibnul Qayyim tentang hukum mengqadha salat yang ditinggalkan dengan sengaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami penyebab terjadi perbedaan pandangan dan pandangan mana yang boleh digunakan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi hukum yang menggunakan metode yuridis normatif. Di dalam skripsi ini adanya sumber data dan terbagi kepada dua yaitu data primer adalah daripada buku-buku, jurnal dan cetakan yang lain dan data sekunder yaitu hasil diperoleh adalah dengan menelaah buku-buku serta cetakan lain yang terkait dengan permasalahan. Ianya juga terdapat hasil penelitian yaitu teknik pengumpulan data, untuk penelitian pustaka datanya dikumpul adalah dengan menggunakan studi literatur. Hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Imam an-Nawawi berpendapat wajib hukumnya orang yang meninggalkan salat secara sengaja untuk mengqadhanya, beliau menggunakan dasar dari ayat al-Qur’an dan mengqiyaskan hadis Nabi SAW dari Abi Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Bayhaqi dan Imam Abu Daud, serta diperkuat dengan adanya ijma‟ dari para ulama. Sedangkan Ibnul Qayyim memiliki pendapat bahwa orang yang meninggalkan salat secara sengaja tidak ada qada baginya sama sekali bahkan selamanya dan jikalau dia melaksanakannya maka sia-sia, akan tetapi orang tersebut hendaklah untuk bertaubat dan meminta ampunan kepada Allah SWT serta memperbanyak salat sunnah dan amal-amal salih. Pendapat Ibnul Qayyim tersebut berdasarkan ayat al-Qur’an dan qaul as-Sahabah, serta pemaknaan secara tekstual yang ada dalam ayat al-Qur’an tersebut.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Nadia Rezky
Date Deposited: 03 Mar 2026 01:12
Last Modified: 03 Mar 2026 01:12
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5080

Actions (login required)

View Item
View Item