Atiyah, Umi (2026) KONSEP EKOTEOLOGI DALAM TAFSIR AL-QUR’AN MODERN DI INDONESIA: STUDI KOMPARATIF TAFSIR AL-MISHBAH DAN AL-AZHAR. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
"Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami hubungan antara agama dan alam, yang semakin relevan dalam konteks permasalahan lingkungan hidup saat ini. Konsep ekoteologi, yang memandang hubungan manusia dengan alam sebagai tanggung jawab moral berdasarkan ajaran agama, semakin banyak dibahas oleh para mufasir modern. Di Indonesia, dua tafsir kontemporer yang penting dalam memahami perspektif ekoteologi dalam kitab Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Kedua kitab tafsir tersebut memiliki pendekatan berbeda dalam menginterpretasikan ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang, dan memiliki pengaruh besar terhadap pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk mengkaji serta menyandingkan pendekatan penafsiran yang diterapkan oleh dua tokoh Islam Indonesia, yaitu Ustadz M. Quraish Shihab dalam karya tafsirnya yang bernama Tafsir Al-Mishbah dan Buya Hamka dalam karyanya yang berjudul Tafsir Al-Azhar. Kajian ini berfokus pada pemahaman ayat-ayat Al-Quran yang membicarakan tentang hubungan manusia dengan alam lingkungannya, yang mencakup kedudukan manusia sebagai khalifah (penjaga) di bumi, permasalahan kerusakan lingkungan alam, perintah untuk memelihara dan men-sejahterakan bumi, serta ajaran untuk melarang dan mencegah kerusakan terhadap alam. enulis memanfaatkan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan secara perbandingan untuk menggali dan menemukan perbedaan maupun kesamaan yang terdapat dalam cara penafsiran kedua tafsir tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kedua mufasir sama-sama menegaskan peran manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan, terdapat perbedaan dalam penekanan nilai-nilai ekologis pada tafsir mereka. M. Quraish Shihab lebih menitikberatkan pada pentingnya keseimbangan alam serta keharmonisan antara manusia dan lingkungan. Sementara itu, Buya Hamka lebih mengedepankan aspek moral dan etika dalam menjaga alam sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah. Pemikiran kedua mufasir ini memberikan perspektif yang relevan dengan tantangan ekologis di Indonesia dan dapat dijadikan landasan dalam penyusunan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan.
"
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan UIN STS Jambi |
| Date Deposited: | 15 Sep 2026 04:43 |
| Last Modified: | 15 Sep 2026 04:43 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5045 |
