Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

"SNOOPING SEBAGAI TAJASSUS: ANALISIS DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN TERHADAP Q.S AL- HUJURAT:12"

Rifki, Muhammad (2026) "SNOOPING SEBAGAI TAJASSUS: ANALISIS DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN TERHADAP Q.S AL- HUJURAT:12". Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Fenomena snooping di era digital merupakan salah satu bentuk pelanggaran
privasi yang semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi
dan komunikasi. Praktik ini tidak hanya terjadi dalam bentuk penyadapan data dan
akses tidak sah terhadap perangkat digital, tetapi juga melalui pengawasan
aktivitas media sosial, penelusuran informasi pribadi, serta berbagai bentuk
pemantauan yang dilakukan tanpa persetujuan pemilik informasi. Kondisi tersebut
menimbulkan persoalan etis yang mendasar, terutama terkait penghormatan
terhadap privasi, kehormatan, dan hak individu dalam ruang digital. Realitas ini
memunculkan pertanyaan akademis mengenai bagaimana konsep tajassus dalam
Q.S. al-Ḥujurāt [49]:12 dapat dipahami dan direlevansikan dengan fenomena
snooping melalui pendekatan tafsir yang kontekstual.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
kepustakaan (library research) serta metode analisis hermeneutika Double
Movement Fazlur Rahman. Data penelitian bersumber dari Q.S. al-Ḥujurāt [49]:12
sebagai sumber utama, didukung oleh berbagai kitab tafsir klasik dan
kontemporer serta literatur akademik yang membahas konsep tajassus, privasi,
etika digital, dan fenomena snooping. Pendekatan ini dipilih karena mampu
menghubungkan konteks historis ayat dengan realitas sosial kontemporer,
sehingga nilai moral universal yang terkandung dalam Al-Qur‘an dapat
diaplikasikan terhadap persoalan modern.
Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, tajassus dalam
Q.S. al-Ḥujurāt [49]:12 merupakan tindakan mencari, menyelidiki, atau
mengungkap informasi pribadi seseorang tanpa hak, yang dalam konteks modern
mengalami transformasi menjadi praktik snooping melalui pemanfaatan teknologi
digital. Kedua, penerapan metode Double Movement Fazlur Rahman
menunjukkan bahwa larangan tajassus tidak hanya berkaitan dengan pencarian
kesalahan orang lain, tetapi juga mengandung nilai moral universal berupa
penghormatan terhadap privasi, perlindungan kehormatan manusia, serta
pemeliharaan kepercayaan sosial. Ketiga, relevansi ayat tersebut terhadap
fenomena snooping terletak pada fungsinya sebagai landasan etis dalam
membangun etika bermedia sosial yang menghormati privasi, menolak
pengawasan tanpa izin, serta mendorong penggunaan teknologi secara
bertanggung jawab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Q.S. al-Ḥujurāt [49]:12
memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab tantangan etika digital
kontemporer, dan melalui pendekatan Double Movement, nilai-nilai moral Al-
Qur‘an dapat diaktualisasikan sebagai pedoman dalam membangun budaya digital
yang beretika dan berkeadaban.
Kata Kunci: Tajassus, Snooping, Double Movement, Privasi Digital, dan Etika
Bermedia Sosial."

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan UIN STS Jambi
Date Deposited: 15 Sep 2026 03:14
Last Modified: 15 Sep 2026 03:14
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/4942

Actions (login required)

View Item
View Item