Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Fenomena Childless Perspektif Al-Qur’an: Analisis Tafsir Maqasidi atas Q.S. Asy-syura[42]: 49-50 dan Q.S. Al-Baqarah[2]:286

Pranandari, Arthisyah (2026) Fenomena Childless Perspektif Al-Qur’an: Analisis Tafsir Maqasidi atas Q.S. Asy-syura[42]: 49-50 dan Q.S. Al-Baqarah[2]:286. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Kondisi childless dapat dipicu olch berbagai faktor, baik biologis, mcdis,
psikologis, maupun sosial. Di masyarakat Indonesia,
kondisi ini kerap
disalahpahami sebagai keputusan pasangan untuk tidak memiliki anak, padahal banyak pasangan mengalaminya karena kondisi di luar kehendaknya. Akibat kesalahpahaman ini, pasangan yang mengalami childless tidak jarang menghadapi stigma dan tekanan sosial, mengingat keturunan masih dianggap sebagai salah satu tujuan pokok dalam pernikahan. Penelitian ini berfokus pada analisis terhadap fenomena childless menggunakan pendekatan Tafsir Maqäsidi Abdul Mustaqim dengan mengkaji Q.S. Asy-Syürã [42]:49-50 dan Q.S. Al-Baqarah [2]:286 serta relevansinya terhadap magäsid al-syari' ah.
Penelitian ini dilakukan melalui
studi kepustakaan (library research)
dengan memanfaatkan berbagai literatur yang sesuai dengan fokus penelitian.
Data dianalisis menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis) melalui kerangka Tafsir Maqäsidi untuk menelaah ayat-ayat yang dikaji serta menginterpretasikan makna ayat secara kontekstual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena childless dapat terjadi karena berbagai sebab di luar kehendak manusia, sehingga tidak dapat dipandang sebagai kegagalan dalam mewujudkan tujuan pernikahan. Namun, kondisi tersebut tidak dapat dibenarkan secara mutlak, karena menjaga keturunan merupakan salah satu tujuan syariat. Melalui pendekatan Tafsir Magãsidi Abdul Mustagim, Q.S.
Asy-Syüra [42]:49-50 dan Q.S. Al-Baqarah [2]:286 menegaskan bahwa pemberian maupun tidak diberikannya keturunan merupakan ketetapan Allah Swt. dan batas kemampuan manusia. Berdasarkan landasan tersebut, penilaian terhadap fenomena childless harus mempertimbangkan sebab yang melatarbelakanginya serta arah kemaslahatan yang menjadi tujuan syariat. Dengan demikian, fenomena childless perlu dipahami secara kontekstual berdasarkan orientasi maqäsid al-syari'ah, sehingga penilaiannya tidak terbatas pada ada atau tidaknya keturunan, tetapi juga terwujudnya kemaslahatan."

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan UIN STS Jambi
Date Deposited: 15 Sep 2026 02:06
Last Modified: 15 Sep 2026 02:06
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/4895

Actions (login required)

View Item
View Item