Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM DALAM SANKSI PENGABAIAN HAK ALIMENTASI ANAK MENURUT UU NO 35 TAHUN 2014 DI PENGADILAN AGAMA MUARO JAMBI

NURSAIMAH, NURSAIMAH (2025) PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM DALAM SANKSI PENGABAIAN HAK ALIMENTASI ANAK MENURUT UU NO 35 TAHUN 2014 DI PENGADILAN AGAMA MUARO JAMBI. Other thesis, UIN STS JAMBI.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan hak alimentasi anak di
Pengadilan Agama Muaro Jambi dengan peraturan UU No 35 Tahun 2014 tentang
hak alimentasi anak, dan untuk mengetahui sanksi pengabaian hak alimentasi
anak, serta untuk mengetahui menurut perspektif hukum keluarga Islam terhadap
pengabain hak alimentasi anak. Metode penelitian ini merupakan penelitian
Kualitatif dengan menggunakan pendekatan empiris, dan sumber data melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi di Pengadilan Agama Muaro Jambi.
Hasil penelitian yang dilakukan penulis maka dapat disimpulkan bahwa: 1.
Penerapan Hak Alimentasi Anak dalam UU No 35 Tahun 2014 di Pengadilan
Agama Muaro Jambi adalah bahwa ada penerapan atau pelaksanaan hak
alimentasi (nafkah) anak dalam konteks hukum yang diatur oleh Undang-Undang
No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang dilakukan di Pengadilan
Agama Muaro Jambi. Pengadilan Agama Muaro Jambi berperan dalam
memutuskan dan mengatur hak anak atas nafkah setelah terjadinya perceraian atau
dalam konteks lainnya, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. 2. Sanksi
Pengabaian Hak Alimentasi Anak Menurut UU No 35 Tahun 2014 di Pengadilan
Agama Muaro Jambi adalah bahwa terdapat sanksi hukum bagi pihak yang
mengabaikan kewajiban memberikan nafkah (alimentasi) kepada anak sesuai
dengan ketentuan dalam Undang-Undang No 35 Tahun 2014. Pengabaian tersebut
akan diproses di Pengadilan Agama Muaro Jambi, yang bertanggung jawab untuk
memberikan keputusan atau penegakan hukum terkait kewajiban nafkah anak,
termasuk pemberian sanksi terhadap pihak yang tidak memenuhi kewajiban
tersebut. 3.Pengabaian Hak Alimentasi Anak adalah bahwa Hukum Keluarga
Islam memandang pengabaian hak alimentasi anak sebagai suatu pelanggaran
terhadap kewajiban orang tua, terutama ayah, untuk memberikan nafkah kepada
anak. Dalam perspektif Islam, kewajiban nafkah adalah bagian dari tanggung
jawab orang tua yang tidak boleh diabaikan, dan pengabaian tersebut dapat
dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan agama dan hukum yang berlaku.
Pengabaian hak alimentasi anak dalam hukum keluarga Islam dianggap sebagai
pelanggaran yang perlu mendapatkan perhatian serius, baik dari segi moral
maupun hukum, untuk memastikan kesejahteraan dan hak-hak anak tetap
terlindungi.
Kata kunci : Sanksi Pengabain Hak Alimentasi Anak, No 35 Tahun 2014

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Munsia Andriani
Date Deposited: 09 Feb 2026 02:46
Last Modified: 09 Feb 2026 02:46
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/4790

Actions (login required)

View Item
View Item