BIN SAIPUL AZMI, MUHAMMAD SYAMIM (2023) RUH DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN KOMPERATIF IBNU QAYYIM DAN ASY-SYA’RAWI). Other thesis, UIN STS JAMBI.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakang dengan banyaknya pemikiranserta pemahman
manusiatentang ruh. Ada yang bermakna ruh yang menjadikan makhluk dapat
hidup dan bergerak, ada yang bermakna malaikat (Jibril) dan ada yang bermakna
wahyu (Al-Qur’an). Di dalam dunia era modern ini semakin banyak perbicaraan
yang sewenang-sewenangnya berkaitan dengan ruh tanpa ada pengetahuan yang
luas dan tidak berlandaskan Al-Qur’an topik ini semakin menjadi kebiasaan di
bicarakan oleh yang bukan ahli dalam bidang tersebut. Di dalam Al-Qur’an, kata
ruh diulang sebanyak 24 kali, masing-masing terdapat dalam 19 surat yang tersemat
dalam 21 ayat. Hal ini mendorong peneliti untuk mengemukakan pemahaman ruh
dalam pandangan ulama.
Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan teknik penelitian
kepustakaan (Library Research). Teknik penelitian kepustakaan (Library
Research) adalah mencari data dan mengevaluasi sumber data yang terkumpul guna
membuat laporan penelitian kepustakaan dengan berbagai tema. Penelitian ini
menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi, dengan menerapkan teknik
analisis data yaitu, metode muqaran yang digunakan untuk mendapatkan jawaban
Al-Qur’an dengan cara membandingkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis terkait
tema, menghimpun penafsiran ayat, dengan menekankan pada sumber penulisan
terutama oleh Ibn Qayyim Al-Jawziyyah dan As-Sya’rawi.
Hasil dari penelitian ini diketahui bahwasanya Ruh memiliki banyak arti,
antara lain ruh sebagai sumber gerak kehidupan manusia, ruh sebagai Malaikat
(Jibril), dan ruh sebagai Al-Qur’an (wahyu). Ibnu Qayyim pertama kali
menafsirkan Al-Qur’an dengan menjelaskan suatu ayat menggunakan tafsir tahlili,
ayat yang pada satu tempat berarti dimaknai mujmal, maka di tempat lain ayat
tersebut dimaknai secara detail dan jika dimaknai singkat maka di tempat lain
dimaknai panjang. Lain hal nya dengan Imam Asy-Sya’rawi, beliau menggunakan
tafsir bi al ra’yi dalam penafsirannya, terutama ketika ia menganalisis aspek
kebahasaan yang ada dari setiap ayat yang dianggap penting, menjadi kata kunci
untuk mendapatkan pemahaman.
Kata Kunci : Ruh, Al-Qur’an, Tafsir Ibn Qayyim Al-Jawziyyah dan As-Sya’rawi
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Munsia Andriani |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 02:49 |
| Last Modified: | 05 Feb 2026 02:49 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/4765 |
