Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

TAMA>TSĪL DALAM AL-QUR’AN (Studi Komparatif atas Tafsīr Al-Ja>mi’ Li Ahka>m Al-Qur’a>n dan Tafsīr Al-Qur’a>nul Majīd An-Nu>r)

Mustaghfirin, Khafid (2023) TAMA>TSĪL DALAM AL-QUR’AN (Studi Komparatif atas Tafsīr Al-Ja>mi’ Li Ahka>m Al-Qur’a>n dan Tafsīr Al-Qur’a>nul Majīd An-Nu>r). Other thesis, UIN STS JAMBI.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya perbedaan pemahaman
mengenai penafsiran QS. Sabā’ [34]: 13. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah
pemikiran atau penafsiran Imam Al-Qurṭubi dan Hasbi Aṣ-Ṣiddīeqy serta

menganalisis perbandingan penafsiran keduanya mengenai Tama>tsīl dalam Al-
Qur’an berdasarkan QS. Sabā’ [34]: 13. Problematika yang dibahas dalam

penelitian ini adalah mengenai pembuatan patung, lukisan atau gambar.
Persoalan ini memiliki banyak pendapat di kalangan ulama tafsir baik ulama
klasik maupun modern. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam,
perlu dilakukan kajian terhadap permasalahan ini, sehingga dapat diketahui
bagaimana pandangan Al-Qur’an mengenai seni rupa.
Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan (Library Research). Adapun
pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pendekatan muqa>ran

(komparatif). Penelitian ini merupakan komparasi dari pemikiran Imam Al-
Qurṭubi dan Hasbi Aṣ-Ṣiddīeqy mengenai QS. Sabā’ [34]: 13, di dalam kitab

tafsirnya, Tafsīr Al-Ja>mi’ Li Ahka>m Al-Qur’a>n dan Tafsīr Al-Qur’a>nul Majīd
An-Nu>r.
Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa Imam Al-Qurṭubi memberikan
pengertian Tama>tsīl pada QS. Sabā’ [34]: 13 adalah patung dan gambar,
sedangkan menurut Hasbi Aṣ-Ṣiddīeqy Tama>tsīl di sini dimaksudkan ke dalam
kategori patung, gambar, lukisan dan foto. Terdapat persamaan penafsiran Imam
Al-Qurṭubi dan Hasbi Aṣ-Ṣiddīeqy mengenai QS. Sabā’ [34]: 13 yaitu keduanya
sepakat bahwa membuat patung dibolehkan pada masa Nabi Sulaiman AS.,
karena pada masa itu patung hanya dijadikan sebagi hiasan, namun hukum
tersebut dinasakh pada masa Nabi Muhammad SAW., karena pada masa itu
patung dijadikan sebagai sesembahan. Namun terdapat beberapa patung dan
gambar yang masih diperbolehkan menyimpannya seperti boneka untuk mainan
anak-anak atau patung yang cacat bentuknya, serta gambar yang tidak untuk
dipajang namun untuk diduduki atau diinjak. Dari segi perbedaan menurut Imam
Al-Qurṭubi, patung, lukisan, gambar tidak diperbolehkan dalam syariat Nabi
Muhammad SAW., bahkan menurutnya, Rasulullah SAW. sangat melaknat

orang-orang yang membuat patung dan gambar. Sedangkan menurut Hasbi Aṣ-
Ṣiddīeqy mengenai gambar dan foto dapat disamakan hukumnya dengan hukum

lukisan, hal ini dibenarkan oleh syara’.
Kata Kunci: Tama>tsīl, Tafsīr Al-Qur’a>nul Majīd An-Nu>r, Tafsīr Al-Qur’a>nul
Majīd An-Nu>r.

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Munsia Andriani
Date Deposited: 05 Feb 2026 02:31
Last Modified: 05 Feb 2026 02:31
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/4756

Actions (login required)

View Item
View Item