Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

"KEDUDUKAN CRYPTOCURRENCY SEBAGAI HARTA WARIS DALAM PERSPEKTIF FIKIH MAWARIS"

Anggara, Deni (2026) "KEDUDUKAN CRYPTOCURRENCY SEBAGAI HARTA WARIS DALAM PERSPEKTIF FIKIH MAWARIS". Other thesis, UIN STS JAMBI.

Full text not available from this repository.

Abstract

"ABSTRAK
Nama : Deni Anggara
NIM : 101220064
Judul :
Kedudukan Cryptocurrency Sebagai Harta Waris dalam Perspektif
Fikih Mawaris
Perkembangan teknologi digital telah melahirkan berbagai bentuk aset baru, salah
satunya cryptocurrency. Keberadaan cryptocurrency yang memiliki nilai ekonomi
dan dapat dimiliki secara sah menimbulkan persoalan hukum dalam kewarisan Is-
lam, khususnya terkait kedudukannya sebagai harta waris (tirkah). Di sisi lain,
masih terdapat perbedaan pandangan mengenai status hukum cryptocurrency ka-
rena karakteristiknya yang bersifat digital, fluktuatif, dan sering dikaitkan dengan
unsur gharar, maysir, serta dharar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kedudukan cryptocurrency sebagai harta waris dalam perspektif fikih mawaris serta
menganalisisnya berdasarkan maqashid al-syariah. Penelitian ini menggunakan
metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dan maqashid al-
syariah. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta studi
kepustakaan terhadap literatur hukum Islam, fatwa MUI, dan berbagai sumber
ilmiah yang relevan. Informan penelitian berasal dari Majelis Ulama Indonesia
(MUI) Provinsi Jambi dan pihak yang memahami perkembangan aset digital. Data
dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cryptocurrency dapat
dikategorikan sebagai harta (mal) dan bagian dari harta waris karena memenuhi
unsur nilai ekonomi (qimah), kepemilikan yang sah (milkiyyah), serta dapat
dialihkan kepada ahli waris (intiqal). Dalam perspektif maqashid al-syariah,
cryptocurrency juga dapat diakui sebagai harta waris sepanjang memenuhi prinsip
perlindungan harta (hifz al-mal), perlindungan akal (hifz al-‘aql), dan perlindungan
keturunan (hifz al-nasl). Namun, pengelolaannya harus dilakukan secara hati-hati
dengan memastikan kejelasan kepemilikan, akses, keamanan aset, dan
kemanfaatannya bagi ahli waris. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan
bahwa cryptocurrency memiliki kedudukan sebagai harta waris dalam perspektif
fikih mawaris dan dapat diwariskan kepada ahli waris selama memenuhi prinsip-
prinsip syariah, memiliki nilai yang jelas, serta mampu memberikan kemaslahatan
bagi para ahli waris.
Kata Kunci : Cryptocurrency, Harta Waris, Fikih Mawaris, Maqashid al-Syariah,
Aset Digital"

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Munsia Andriani
Date Deposited: 11 Sep 2026 08:11
Last Modified: 11 Sep 2026 08:11
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/4668

Actions (login required)

View Item
View Item