Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Analisis Tafsir Maqasidi terhadap Fenomena Oversharing: Studi Pada QS. Al-Nisa’ [4]: 148 dan QS. Al-Nur [24]: 19

Nabila, Putri Najah (2025) Analisis Tafsir Maqasidi terhadap Fenomena Oversharing: Studi Pada QS. Al-Nisa’ [4]: 148 dan QS. Al-Nur [24]: 19. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena oversharing, yaitu perilaku membagikan informasi pribadi secara berlebihan di ruang publik, khususnya media sosial. Perilaku ini dapat mengancam privasi, menyebabkan gangguan psikologis, merusak citra diri, serta melemahkan nilai moral dan ajaran agama. Dalam perspektif Islam, oversharing termasuk perilaku yang dapat membuka aib dan bertentangan dengan prinsip kehormatan yang dijaga syariat. QS. al-Nisā’ [4]: 148 dan QS. al-Nūr [24]: 19 menegaskan larangan menyebarkan ucapan buruk dan berita keji secara terbuka, yang relevan sebagai pedoman etika bermedia sosial. Namun, untuk memahami ayat-ayat tersebut secara mendalam diperlukan pendekatan tafsir yang menyoroti tujuan dan hikmah di balik ayat al-Qur’an. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena oversharing melalui perspektif tafsir maqāṣidī , sehingga nilai-nilai al-Qur’an dapat diaktualisasikan dalam menghadapi tantangan komunikasi di ruang digital.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Data primer meliputi QS. al-Nisā’ [4]: 148 dan QS. al-Nūr [24]: 19, serta tafsir maqāṣidī karya Abdul Mustaqim, sedangkan data sekunder berasal dari berbagai literatur yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis isi (content analysis). Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dengan menerapkan sepuluh langkah tafsir maqāṣidī yang dirumuskan Abdul Mustaqim, meliputi penentuan tema, perumusan masalah, pengumpulan ayat setema, memahami ayat secara holistik, pengelompokkan ayat, analisis kebahasaan, pemahaman konteks historis dan kekinian, pembedaan sarana dan tujuan ayat, identifikasi nilai maqasid, dan menarik kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. al-Nisā’ [4]: 148 dan QS. al-Nūr [24]: 19 memiliki relevansi kuat dengan fenomena oversharing. Kedua ayat melarang mengumbar ucapan buruk dan menyebarkan berita keji karena dapat merusak kehormatan, menimbulkan fitnah, dan menciptakan kerusakan sosial. Melalui pendekatan maqāṣidī , perilaku oversharing berpotensi melanggar tujuan pokok syariat, yaitu perlindungan agama (ḥifẓ al-dīn), jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-'aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), harta (ḥifẓ al-māl), negara (ḥifẓ al-dawlah), dan lingkungan (ḥifẓ al-bī’ah). Penelitian ini merekomendasikan pentingnya literasi digital berbasis nilai-nilai Qur’ani agar umat Islam mampu menjaga privasi serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran nilai-nilai kebaikan yang sejalan dengan tujuan syariat."

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Mahdianto UIN Jambi
Date Deposited: 19 Jan 2026 02:34
Last Modified: 19 Jan 2026 02:34
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/4610

Actions (login required)

View Item
View Item