Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

ANALISIS AURAT PEREMPUAN DALAM TAFSIR AL-QUR’AN DI INDONESIA: STUDI KOMPARATIF TAFSIR QUR’AN KARIM DAN AN-NUR

NURDIANA, NURDIANA (2025) ANALISIS AURAT PEREMPUAN DALAM TAFSIR AL-QUR’AN DI INDONESIA: STUDI KOMPARATIF TAFSIR QUR’AN KARIM DAN AN-NUR. Other thesis, UIN STS JAMBI.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK

Kajian tentang aurat perempuan dalam Al-Qur’an sering menjadi topik
penting yang menghasilkan berbagai pandangan dalam menafsirkan ayat
tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pendapat di antara para
mufasir, terutama antara Mahmud Yunus dan Hasbi Ash-Shiddieqy, mengenai
batasan aurat perempuan. Perbedaan ini tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga
mempengaruhi cara memahami agama dan praktik keagamaan di masyarakat
Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara
kedua tokoh menafsirkan ayat Al-Qur’an mengenai aurat perempuan, serta
membandingkan hasil penafsiran mereka. Harapan dari penelitian ini adalah
dapat memperkaya pemahaman tentang tafsir Al-Qur’an dan menjadi referensi
dalam diskusi keagamaan modern.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-komparatif. Sumber utama adalah
karya tafsir Mahmud Yunus dan Hasbi Ash-Shiddieqy, terutama ketika mereka
menafsirkan ayat-ayat tentang aurat perempuan, seperti QS. An-Nur ayat 31 dan
QS. Al-Ahzab ayat 59. Data dikumpulkan melalui pengumpulan dokumen,
kemudian dianalisis dengan metode analisis isi untuk menemukan kesamaan dan
perbedaan dalam metode serta konten tafsir yang mereka gunakan. Penelitian ini
juga mempelajari latar belakang pemikiran kedua tokoh agar memahami
konstruksi penafsiran mereka secara lebih lengkap.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahmud Yunus cenderung
menafsirkan aurat perempuan secara ketat dengan pendekatan fiqh klasik,
sementara Hasbi Ash-Shiddieqy lebih menekankan pada konteks sosial budaya di
Indonesia. Keduanya sepakat bahwa aurat perempuan harus ditutup, tetapi
berbeda dalam menentukan batasan aurat dan fleksibilitas dalam penerapannya.
Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya mengembangkan tafsir yang
menggabungkan pemahaman tekstim dan kontekstual agar tercipta interpretasi
yang relevan dengan kehidupan modern tanpa melupakan prinsip syariat. Selain
itu, penelitian ini juga menyarankan agar masyarakat lebih kritis dalam
memahami perbedaan tafsir, sehingga muncul sikap toleransi dalam menghadapi
isu aurat perempuan di tengah keberagaman pemikiran Islam.

Kata Kunci: Aurat Perempuan, Tafsir Indonesia, Mahmud Yunus, Hasbi Ash-
Shiddieqy, Tafsir Sosial, Gender.

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Munsia Andriani
Date Deposited: 06 Jan 2026 03:50
Last Modified: 06 Jan 2026 03:50
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/4497

Actions (login required)

View Item
View Item