Ramanda, Ardi (2025) TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP SISTEM BAGI HASIL ANTARA PEMILIK LAHAN KEBUN KELAPA SAWIT DENGAN PT ADIMULIA PALMO LESTARI (Studi di Desa Peninjauan Kabupaten Batanghari). Other thesis, UIN STS JAMBI.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK
Masyarakat Desa Peninjauan bekerja sama dengan PT. Adimulia Palmo Lestari
mengelola kebun sawit seluas 3.226,46 hektar dengan sistem bagi hasil 50:50.
Namun, ada lahan yang belum ditanami tetapi tetap mendapat bagian hasil,
sehingga menimbulkan keraguan tentang keadilan dan kejelasan hukum kerja sama
tersebut menurut prinsip Islam, Sebagai tujuan antaranya adalah untuk untuk
mengetahui praktik sistem bagi hasil antara pemilik lahan kebun kelapa sawit dan
PT. Adimulia Palmo Lestari di Desa Peninjauan Kabupaten Batanghari dan untuk
mengetahui tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap pelaksanaan sistem bagi
hasil antara pemilik lahan kebun kelapa sawit dengan PT. Adimulia Palmo Lestari
di Desa Peninjauan Kabupaten Batanghari. Skripsi ini menggunakan penelitian
lapangan (Field research), penelitian kualitatif, pendekatan yuridis normatif,
dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil dan kesimpulan sebagai
berikut: Pertama Praktik Sistem Bagi Hasil Antara Pemilik Lahan Kebun Kelapa
Sawit dan PT. Adimulia Palmo Lestari di Desa Peninjauan Kabupaten Batanghari,
Kerja sama antara PT. Adimulia Palmo Lestari dan masyarakat Desa Peninjauan
melalui KUD Lubuk Intan dengan sistem bagi hasil 50:50 dan mekanisme HGU
Namun, pembagian hasil pada lahan kosong menimbulkan persepsi ketidakadilan,
Kedua Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Pelaksanaan Sistem Bagi Hasil
Antara Pemilik Lahan Kebun Kelapa Sawit Dengan PT. Adimulia Palmo Lestari di
Desa Peninjauan Kabupaten Batanghari Kerja sama bagi hasil antara PT. Adimulia
Palmo Lestari dan masyarakat Desa Peninjauan melalui KUD Lubuk Intan pada
dasarnya sesuai akad musyarakah karena melibatkan kontribusi lahan masyarakat
dan pengelolaan serta pembiayaan perusahaan, sejalan dengan prinsip hifz al-mal,
al-musawah, dan keadilan syariah. Namun, perhitungan hasil yang tetap
memasukkan lahan kosong menimbulkan ketidakadilan jika tidak disepakati ikhlas,
sehingga diperlukan transparansi dan musyawarah ulang agar tetap sesuai ketentuan
hukum ekonomi syariah.
Kata Kunci: Hukum Ekonomi Syariah, Bagi Hasil, Pemilik Lahan,
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Munsia Andriani |
| Date Deposited: | 24 Dec 2025 07:21 |
| Last Modified: | 24 Dec 2025 07:21 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/4442 |
