Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

PERGESERAN PARADIGMA TAFSIR DARI TEKSTUAL MENUJU KONTEKSTUAL : STUDI AYAT-AYAT GENDER PERSPEKTIF IBNU KATSIR DAN FAQIHUDDIN ABDUL KODIR

NURPADILLA, NURPADILLA (2025) PERGESERAN PARADIGMA TAFSIR DARI TEKSTUAL MENUJU KONTEKSTUAL : STUDI AYAT-AYAT GENDER PERSPEKTIF IBNU KATSIR DAN FAQIHUDDIN ABDUL KODIR. Other thesis, UIN STS JAMBI.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK

Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami bagaimana teks-teks
keagamaan, khususnya ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan gender,
ditafsirkan dalam berbagai konteks historis dan sosial. Isu gender dalam Islam
menjadi perhatian penting dalam studi keislaman kontemporer, karena
berhubungan langsung dengan keadilan, relasi laki-laki dan perempuan, serta peran
sosial dalam masyarakat Muslim. Dua tokoh penting yang memiliki pendekatan
berbeda dalam menafsirkan ayat-ayat gender adalah Ibnu Katsir dan Faqihuddin
Abdul Kodir. Ibnu Katsir merupakan representasi klasik tafsir bi al-ma’tsur yang
kuat dalam basis hadis dan riwayat, sedangkan Faqihuddin Abdul Kodir dikenal

dengan pendekatan Qira’ah Mubadalah yang berusaha membaca ayat-ayat Al-
Qur’an secara kontekstual dan berkeadilan gender.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan apakah
metode penafsiran yang digunakan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an al-
‘Adzim dan Faqihuddin Abdul Kodir dalam karya-karya tafsirnya terkait ayat-ayat
gender relevan jika diterapkan dalam konteks zaman modern saat ini. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretatif untuk menjelaskan
bagaimana orientasi pemaknaan dari ayat-ayat gender terhadap kedua tokoh
tersebut dapat di tafsirkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Katsir menafsirkan ayat-ayat
gender dengan pendekatan tekstual berbasis riwayat, yang cenderung
mempertahankan struktur relasi sosial yang patriarkal sesuai konteks zamannya,
tafsir Ibnu Katsir memang sangat kuat secara metodologisnya dalam tradisi tafsir
klasik. Namun, untuk menjawab tantangan di zaman modern dan isu keadilan

gender, tafsir ini memerlukan reinterpretasi yang mempertimbangkan maqashid al-
syari’ah khususnya prinsip keadilan dan kemaslahatan. Tanpa pendekatan ini, teks

Al-Qur’an sangat beresiko jika dimaknai secara ekslusif dan tertutup terhadap
perkembangan zaman dan sosial. Berbeda dengan tokoh, Faqihuddin Abdul Kodir
yang menjadikan prinsip keadilan dan kesalingan sebagai fondasi dalam
memahami teks dalam menafsirkan ayat Al-Qur’an melalui qira’ah mubadalah.
Faqihuddin Adul Kodir dalam melakukan reinterpretasi pada ayat Al-Qur’an
dengan dasar maqasid al-syari’ah, yaitu tujuan syariat yang mengarahkan pada
keadilan, kemaslahatan dan kesetaraan. Perbedaan ini mencerminkan dinamika
dalam tradisi tafsir Al-Qur’an dan membuka ruang dialog bagi paradigma tafsir dan
kalangan masyarakat terkait dalam menjawab persoalan sosial umat Islam saat ini.
Perubahan paradigma dari tekstual menuju kontekstual Memungkinkan

terwujudnya pemahaman Islam yang lebih adil gender dan relevan dengan nilai-
nilai kemanusiaan

Modern tanpa menghilangkan esensi ajaran Islam. Dengan demikian,
penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya khazanah metode tafsir,
khususnya dalam isu-isu gender, serta mendorong pendekatan tafsir yang lebih
responsif terhadap nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan dalam konteks modern.
Kata Kunci: Al-Qur’an, Ayat-Ayat Gender, Faqihuddin Abdul Kodir, Ibnu Katsir,
Paradigma

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Munsia Andriani
Date Deposited: 18 Dec 2025 04:20
Last Modified: 18 Dec 2025 04:20
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/4365

Actions (login required)

View Item
View Item