Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

KECENDERUNGAN KEPADA SUATU MAZHAB DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENAFSIRAN AYAT-AYAT HUKUM STUDI ANALISIS KITAB TAFSIR AL IKLIL FI ISTINBATH AT-TANZIL

Hidayat Suherman, Muhammad Fachry (2025) KECENDERUNGAN KEPADA SUATU MAZHAB DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENAFSIRAN AYAT-AYAT HUKUM STUDI ANALISIS KITAB TAFSIR AL IKLIL FI ISTINBATH AT-TANZIL. Other thesis, UIN STS JAMBI.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK

Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya pengaruh fanatisme mazhab
dalam tradisi penafsiran ayat-ayat hukum dalam Islam, yang berdampak pada
terbentuknya pandangan keagamaan yang kaku dan kurang responsif terhadap
dinamika sosial. Salah satu produk tafsir klasik yang mencerminkan realitas ini
adalah Tafsir al-Iklīl karya Jalaluddin as-Suyūṭī. Dalam tafsir tersebut, tampak
adanya kecenderungan untuk merujuk secara eksklusif pada pendapat mazhab
tertentu tanpa membuka ruang bagi interpretasi yang lebih kontekstual dan inklusif.
Hal ini menjadi problematik, terutama ketika penafsiran tersebut dijadikan rujukan
hukum yang mempengaruhi kehidupan umat Islam secara luas. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana fanatisme mazhab
mempengaruhi metode dan kecenderungan penafsiran dalam Tafsir al-Iklīl, serta
mengkaji implikasinya terhadap pemahaman dan penerapan ayat-ayat hukum di
tengah masyarakat modern.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis
isi dan teori Maqāṣid al-Syarī‘ah sebagai alat evaluatif. Maqāṣid al-Syarī‘ah yakni
tujuan-tujuan luhur dari syariat Islam digunakan untuk melihat sejauh mana tafsir
as-Suyūṭī mampu mencerminkan prinsip-prinsip dasar Islam seperti keadilan,
kemaslahatan, dan perlindungan terhadap hak-hak individu. Dalam kajian ini
ditemukan bahwa fanatisme terhadap mazhab Syafi’i dalam Tafsir al-Iklīl
mempengaruhi pola penafsiran as-Suyūṭī, terutama dalam pemilihan dalil, metode
istinbāṭ hukum, dan sikap terhadap pendapat mazhab lain. Hal ini mengakibatkan
tafsir tersebut cenderung normatif dan tidak mempertimbangkan perkembangan
konteks sosial-historis. Meskipun demikian, tafsir ini tetap memiliki nilai historis
yang penting sebagai representasi corak penafsiran fikih klasik. Hasil penelitian ini
diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam mengkritisi ulang tradisi tafsir hukum
yang bersifat mazhab-sentris, serta mendorong lahirnya model penafsiran yang
lebih kontekstual dan berorientasi pada maqāṣid.
Kata Kunci: Fanatisme Mazhab, Tafsir al-Iklīl, Jalaluddin as-Suyūṭī, Ayat-Ayat
Hukum, Maqāṣid al-Syarī‘ah

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Munsia Andriani
Date Deposited: 15 Dec 2025 05:53
Last Modified: 15 Dec 2025 05:53
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/4266

Actions (login required)

View Item
View Item