SAPUTRA, ADEPSTA (2025) PROSEDUR PENYELESAIAN TALAK DALAM KEADAAN MARAH DI LEMBAGA ADAT DESA SIMPANG NARSO PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH IMAM ALGHAZALI. Other thesis, UIN STS JAMBI.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini gunanya untuk membahas prosedur penyelesaian perkara talak yang
diucapkan dalam keadaan marah oleh suami di Desa Simpang Narso, Kabupaten
Sarolangun, serta meninjau keputusannya melalui perspektif maslahah mursalah
menurut Imam Al-Ghazali. Fenomena talak dalam kondisi emosi sering
menimbulkan polemik hukum, baik dalam aspek keabsahan lafaz talak maupun
dampaknya terhadap kehidupan rumah tangga. Lembaga adat di Desa Simpang
Narso memainkan peran penting dalam menyelesaikan konflik ini melalui
musyawarah dan mediasi berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data
diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, serta
pihak-pihak yang pernah terlibat dalam perkara talak. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa lembaga adat tidak serta-merta menyatakan talak jatuh
apabila diucapkan dalam kondisi marah berat yang menghilangkan kesadaran.
Keputusan lembaga adat didasarkan pada pertimbangan kemaslahatan keluarga,
anak, dan masyarakat sekitar. Dalam perspektif maslahah mursalah Imam Al-
Ghazali, pendekatan ini sejalan dengan prinsip menjaga keharmonisan dan
menghindari mafsadah (kerusakan) yang lebih besar. Dengan demikian,
mekanisme penyelesaian adat ini tidak hanya relevan secara sosiologis, tetapi juga
memiliki dasar dalam kaidah-kaidah ushul fikih.
Kata Kunci: Talak, Marah, Lembaga Adat, Simpang Narso, Maslahah Mursalah,
Imam Al-Ghazali.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab |
| Depositing User: | Munsia Andriani |
| Date Deposited: | 03 Dec 2025 06:26 |
| Last Modified: | 03 Dec 2025 06:26 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/3592 |
