Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

"Tabarruj dalam Gaya Berbusana Perempuan TIkTok: Tinjauan Tafsir Magasidi"

Muhamad Azwan bin Mohd Mustakim (2026) "Tabarruj dalam Gaya Berbusana Perempuan TIkTok: Tinjauan Tafsir Magasidi". Other thesis, Uin Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Perkembangan media sosial berbasis visual, khususnya platform TikTok
dengan fitur live streaming, telah menciptakan ruang ekspresi baru bagi
perempuan Muslim dalam menampilkan identitas diri melalui busana, riasan, dan
gestur tubuh. Fenomena ini memunculkan pergeseran makna kesopanan dan batas
etika publik, sehingga menimbulkan persoalan normatif terkait konsep tabarruj
dalam Islam. Praktik tabarruj digital tidak hanya berkaitan dengan aspek
berpakaian, tetapi juga berkaitan dengan objektifikasi tubuh, pencarian validasi
sosial, serta tekanan budaya visual yang dikendalikan algoritma. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis konsep tabarruj dalam al-Qur‘an, khususnya Q.S.
al-Ahzab [33]: 33 dan Q.S. al-Nur [24]: 31, serta menelaah relevansinya terhadap
fenomena dandanan perempuan dalam live TikTok melalui pendekatan tafsir
maqā ṣ idī .
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian
kepustakaan (library research). Data primer berupa ayat-ayat al-Qur‘an yang
berkaitan dengan tabarruj, serta tafsir klasik dan kontemporer seperti karya al-
Tḥabari, al-Qurtubi, dan Ibn Kathir. Data sekunder meliputi literatur maqāṣid al-
sharī‟ah, pemikiran tafsir maqā ṣ idī kontemporer, serta kajian akademik mengenai
budaya digital dan media sosial. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tafsir
maqā ṣ idī , yaitu menafsirkan teks al-Qur‘an dengan menekankan tujuan-tujuan
universal syariat dan mengaitkannya dengan realitas sosial kontemporer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan tabarruj dalam al-Qur‘an
tidak bersifat semata-mata normatif-literal, tetapi mengandung tujuan etis dan
sosial yang luas, terutama dalam menjaga agama (ḥifẓ al-dīn), melindungi jiwa
(ḥifẓ al-nafs), memelihara akal (ḥifẓ al-„aql), perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nasl), seta
perlindungan harta (ḥifẓ al-māl) dan menjaga kehormatan perempuan (ḥifẓ al-
„irḍ) yang relevan untuk menganalisis persoalan tabarruj sebagai isu etika sosial
dan martabat perempuan. Dalam konteks live TikTok, tabarruj digital berpotensi
menimbulkan mafsadah berupa eksploitasi visual, pelecehan daring, dan degradasi
martabat perempuan. Oleh karena itu, penelitian ini berkontribusi untuk
mendorong kesadaran perempuan Muslim dalam mengekspresikan diri secara
bertanggung jawab dan selaras dengan nilai kemaslahatan syariat."

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan UIN STS Jambi
Date Deposited: 30 Sep 2026 07:18
Last Modified: 30 Sep 2026 07:18
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/8542

Actions (login required)

View Item
View Item