Gusti Rangga (2025) tinjauan hukum islam terhadap pembagian harta hibah secara merata sebagai pengganti warisan di lubuk terentang,kecamatan betara ,kabupaten tanjung jabung barat. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
Pembagian harta peninggalan sering menjadi sumber konflik dalam keluarga, terutama apabila tidak dilakukan sesuai ketentuan syariat Islam. Salah satu fenomena yang muncul dalam masyarakat adalah pemberian harta hibah secara merata kepada seluruh anak, baik laki-laki maupun perempuan, sebagai bentuk pengganti warisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik tersebut dari perspektif hukum Islam, dengan fokus pada keabsahan dan konsekuensinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan normatif, yaitu mengkaji teks-teks hukum Islam klasik dan kontemporer serta praktik di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum Islam, hibah merupakan pemberian sukarela yang sah dilakukan semasa hidup pemberi, dan dapat dibagikan secara merata. Namun, apabila hibah tersebut dimaksudkan untuk menghindari ketentuan warisan yang ditetapkan dalam Al-Qur'an, maka hal tersebut dipandang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip syariat. Islam menetapkan aturan waris yang bersifat qat’i (pasti) dan tidak boleh diubah berdasarkan kehendak pribadi. Oleh karena itu, meskipun hibah merata dapat dilakukan, harus dipastikan bahwa niat dan pelaksanaannya tidak bertentangan dengan hukum waris Islam.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan UIN STS Jambi |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 03:36 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 03:36 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/8228 |
