Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Penafsiran ayat-ayat toleransi antarumat beragama studi tafsir Al nukat wal u'yun Dan tafsir Al Misbah

Muhammad pazlan (2025) Penafsiran ayat-ayat toleransi antarumat beragama studi tafsir Al nukat wal u'yun Dan tafsir Al Misbah. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran ayat-ayat toleransi antarumat beragama dalam dua kitab tafsir yang berbeda corak, yaitu An-Nukat wa al-‘Uyun karya al-Māwardī dan Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab. Fokus kajian diarahkan pada ayat-ayat kunci yang sering dijadikan rujukan dalam diskursus toleransi, seperti QS. al-Baqarah ayat 256, QS. al-Kāfirūn ayat 6, dan QS. al-Hujurāt ayat 13. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi pustaka, penelitian ini menelusuri corak, metode, serta konteks historis yang melatarbelakangi penafsiran kedua mufassir.
Pada skripsi ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data dari bahan pustaka (library research), seperti buku, jurnal, dan hasil penelitian yang relevan dengan topik penelitian. Dalam skripsi ini, peneliti menggunakan metode deskriptif-analitis untuk mengolah data, menampilkan informasi dari ayat-ayat toleransi antarumat beragama dalam Al-Qur'an.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Māwardī dalam An-Nukat wa al- ‘Uyun menafsirkan ayat-ayat toleransi dengan corak fiqh oriented dan bi al- ma’tsur, yang menekankan aspek hukum, politik, dan relasi sosial dalam masyarakat Islam klasik. Penafsirannya menekankan pentingnya menjaga kemurnian akidah, meskipun tetap mengakui adanya kebebasan beragama bagi non-Muslim yang hidup berdampingan dengan umat Islam.
Sebaliknya, M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah menampilkan corak tafsir kontekstual, rasional, dan humanis. Ia menekankan bahwa toleransi beragama merupakan prinsip dasar Islam yang selaras dengan hak asasi manusia dan sangat relevan untuk kehidupan masyarakat modern yang plural, seperti di Indonesia. Tafsirnya menegaskan pentingnya hidup berdampingan secara damai, saling menghormati perbedaan, serta menjunjung nilai-nilai kemanusiaan universal.
Persamaan dari kedua tafsir adalah pengakuan terhadap kebebasan beragama dan larangan adanya paksaan dalam memeluk agama. Namun, perbedaannya terletak pada titik tekan: al-Māwardī lebih menekankan dimensi hukum dan politik, sementara Quraish Shihab menekankan relevansi sosial dan kemanusiaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi tafsir klasik dan modern dapat memperkaya pemahaman umat Islam dalam mengembangkan wacana toleransi yang sejalan dengan prinsip Islam dan kebutuhan zaman."

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan UIN STS Jambi
Date Deposited: 28 Sep 2026 03:31
Last Modified: 28 Sep 2026 03:31
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/8225

Actions (login required)

View Item
View Item