YETMI RINTIA (2025) KONTEKSTUALISASI HADIS TENTANG PENGGUNAAN PARFUM BAGI WANITA DALAM RIWAYAT AT-TIRMIZDI NOMOR INDEKS 2786 (STUDI ANALISIS PEMAHAMAN YUSUF AL-QARADHAWI). Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
"ABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh hadis yang membahas tentang wanita memakai parfum yang kerap kali dipahami secara tekstual sebagaimana bunyi hadisnya. Pemahaman seperti ini sering kali menimbulkan kesimpulan yang kaku dan tidak mempertimbangkan perkembangan sosial serta konteks zaman, yang mana wanita memiliki aktivitas yang setara dengan laki-laki. Karenanya, penelitian ini menawarkan pendekatan alternatif berupa pemahaman kontekstual terhadap hadis penggunaan parfum bagi wanita melalui metode yang dikembangkan oleh Yusuf Al-Qaradhawi. Dalam pendekatan ini, hadis tidak hanya dipahami berdasarkan teks secara literal, tetapi juga dianalisis dari sisi syariat, kondisi sosial, dan aspek moral yang menyertainya.
Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kepustakaan dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi terhadap berbagai literatur primer, seperti kitab hadis, syarah hadis, dan buku karya Yusuf Al-Qaradhawi yang relevan dengan tema pembahasan. Analisis data dilakukan dengan menelusuri makna yang terkandung dalam hadis tentang larangan penggunaan parfum bagi wanita ketika keluar rumah, kemudian dikontekstualisasikan dengan kondisi masyarakat kontemporer saat ini.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual terhadap hadis membuka ruang ijtihad baru yang lebih responsif terhadap realitas sosial modern tanpa mengabaikan nilai-nilai dasar Islam. Dalam konteks ini, pemahaman hadis penggunaan parfum oleh wanita menggunakan metode analisis Yusuf Al-Qaradhawi tidak serta merta dianggap terlarang, melainkan perlu dilihat dari niat, tempat, dan dampak sosial yang ditimbulkan. Dengan demikian, pendekatan pemahaman hadis ala Yusuf Al-Qaradhawi memberikan kontribusi penting dalam mengembangkan pemahaman keagamaan yang lebih moderat, adaptif, dan kontekstual. Akhirnya peneliti merekomendasikan kepada seluruh umat Islam untuk tidak memahami hadis hanya secara dzahir teksnya saja, melainkan harus dipahami secara kontekstual juga. Terutama pemahaman pada hadis bias gender, yang apabila di artikan hanya secara tekstual bisa mengakibatkan pembatasan aktivitas yang berlebihan pada salah satu gender.
Kata kunci: Pemahaman kontekstual, Yusuf al-Qaradhawi, parfum"
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Hadis |
| Depositing User: | Perpustakaan UIN STS Jambi |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 03:21 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 03:21 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/8218 |
