MUHAMMAD HUSNULLAIL, MUHAMMAD HUSNULLAIL (2025) KEPEMIMPINAN KIAI DALAM MENANAMKAN NILAI BUDAYA TASAMUH DI PONDOK PESANTREN MODERN PROVINSI KEPULAUAN RIAU. Doctoral thesis, UIN STS JAMBI.
Full text not available from this repository.Abstract
"Leader atau pemimpin adalah seseorang yang mempunyai kemampuan-kemampuan atau sifat-sifat yang diperlukan untuk memimpin orang lain. Kiai adalah seorang yang sangat berpengaruh dalam peroses perjalanan pondok pesantren, Kepemimpinan seorang kiai yang diterapkan di sebuah pondok pesantren dalam merespons perubahan sangatlah penting karna kiyai merupakan tolak ukur maju dan tidaknya suatu lembaga yang dipimpinnya, kemudian Budaya Tasamuh merupakan sesuatu yang menjadi standar yang harus diterapkan dalam dunia pondok pesantren, budaya tasamuh termasuk satu hal yang sangat penting di jalankan secara maksimal dipondok pesantren, bahkan pondok pesantren menjadi Rool Model dalam pengaplikasian Nilai-nilai Budaya Tasamuh (Toleransi) antara sesama, namun pada kenyataannya banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan justru terjadi di dunia pondok pesantren seperti Bulying, Senioritas, rasisme,bahkan kerap kali terjadi persoalan menyangkut Ras, suku, budaya bahkan bahasa dll. maka peran sentral Kiai selaku pimpinan di Pondok pesantren dalam pengamalan nilai budaya tasamuh tersebut menarik untuk di kaji.
Maka dalam Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa aspek, yaitu: 1) Bagaimana pola kepemimpinan Kiai dalam penanaman nilai budaya tasamuh, 2) Implementasi penanaman nilai budaya tasamuh, 3) Bagaimana kendala yang dialamai kiai di pondok pesantren dan 4) Implikasi dari penanaman nilai budaya tasamuh di pondok pesantren. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan penomenologi. Proses pengumpulan data melibatkan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan melalui langkah-langkah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diuji melalui kredibilitas, ketergantungan, dan kepastian data. Hasil penelitian mengungkapkan beberapa hal, antara lain: pertama, Kiai menjalankan perannya sebagai pemimpin dengan dua pola kepemimpinan yakni: Kepemimpinan Personal dan Kolektif , Kedua, Implementasi dengan strategi Keteladanan Kyai, Pembelajaran Kitab Klasik, Adanya kolaborasi uswatun hasanah, Internalisasi nilai Tasamuh dan Amaliyah Umum. Ketiga, Beberapa kendala yang dialami kiai dalam penanaman nilai Budaya Tasamuh yakni adanya penolakan Masyarakat Sekitar, Pengaruh Pertemanan Eksternal, Kurangnya Keterlibatan Orang Tua dan Lingkungan Sosial yang Tidak Mendukung, dan keempat, Implikasi pengamalan Nilai budaya Tasamuh di Pondok Pesantren Menghindari konflik dan terjalinnya ikatan kasih sayang antara sesama, Meningkatkan Kualitas di iringi dengan Kuantitas santri & Ponpes, Meningkatkan sinergitas antara Kiai,Guru dan Santri dan Memudahkan dalam mewujudkan visi,misi dan target Pondok Pesantren.
Adapun Novelti dari penelitian ini adalah perubahan pola kepemimpinan Kiai di Pondok Pesantren dapat merubah Konteks pengamalan nilai budaya Tasamuh warga pondok pesantren itu sendiri."
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Divisions: | Pascasarjana > Doktor Manajemen Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Munsia Andriani |
| Date Deposited: | 26 Sep 2026 05:36 |
| Last Modified: | 26 Sep 2026 05:36 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/8035 |
