Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Persepsi Masyarakat Terhadap Pernikahan Dini di Desa Pulau Raman Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi

Iis miati (2025) Persepsi Masyarakat Terhadap Pernikahan Dini di Desa Pulau Raman Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Other thesis, Uin Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya masalah masyarakat Desa
Pulau Raman yang masih banyak melakukan pernikahan dini, hal ini disebabkan
karena kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pernikahan dini yang terjadi
di desa pulau raman, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana
persepsi masyarakat terhadap pernikahan dini, dan menggali faktor-faktor yang
melatarbelakanginya, serta melihat dampak yang ditimbulkan akibat pernikahan
dini tersebut.
Peneliti menggunakan teknik kualitatif. Metode pengumpulan data yang
digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi
terhadap penduduk Desa Pulau Raman. Sebanyak 17 informan yang diwawancarai,
meliputi kepala desa, sekretaris desa, tokoh agama dan adat, pasangan yang
menikah diusia muda, dan masyarakat umum di desa tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat Desa Pulau
Raman mengenai pernikahan dini masih tergolong rendah. Banyak masyarakat
yang menganggap pernikahan dini sebagai sesuatu yang wajar dan merupakan
bagian dari tradisi yang telah berlangsung sejak zaman dahulu. Pandangan ini
membuat masyarakat cenderung mengabaikan dampak negatif yang ditimbulkan,
seperti risiko kesehatan bagi ibu dan anak, stunting, serta tingginya angka
perceraian akibat ketidaksiapan mental pasangan muda. Faktor penyebab terjadinya
pernikahan dini di Desa Pulau Raman meliputi beberapa hal yaitu. Pergaulan bebas,
kondisi ekonomi, pola asuh, serta rendahnya tingkat pendidikan. Upaya
meminimalisir pernikahan dini dari Pemerintah desa telah menetapkan peraturan
yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, terutama remaja, mengenai
pentingnya kesiapan sebelum menikah. Salah satu aturan yang diterapkan adalah
larangan bagi remaja untuk melakukan kawin lari ke rumah imam. Sebagai
gantinya, pasangan yang ingin menikah harus mengikuti prosedur lamaran yang
benar sesuai dengan adat dan ketentuan yang berlaku. Namun, perbedaan
pemahaman membuat sebagian besar masyarakat masih menganggap peraturan
tersebut sebagai bentuk pembatasan terhadap kebebasan mereka dalam menentukan
waktu pernikahan. Akibatnya, muncul perbedaan pandangan antara kebijakan yang
ditetapkan oleh pemerintah desa dan pemahaman masyarakat mengenai pernikahan
dini. Perbedaan ini menjadi salah satu tantangan dalam upaya meminimalisirkan
angka pernikahan dini serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya
kesiapan mental, emosional, dan finansial sebelum memutuskan untuk berumah
tangga"

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Dakwah > Bimbingan dan Penyuluhan Islam
Depositing User: Perpustakaan UIN STS Jambi
Date Deposited: 24 Sep 2026 06:15
Last Modified: 24 Sep 2026 06:15
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/7904

Actions (login required)

View Item
View Item