Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Ekoteologi Dalam Perspektif Lintas Pemikiran: Studi Komparatif Seyyed Hossein Nasr dan Leonardo Boff terhadap Krisis Iklim

Lubis, Ahmad Khotib (2026) Ekoteologi Dalam Perspektif Lintas Pemikiran: Studi Komparatif Seyyed Hossein Nasr dan Leonardo Boff terhadap Krisis Iklim. Other thesis, UIN STS JAMBI.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Krisis iklim tidak lagi dapat dipahami semata sebagai persoalan lingkungan
yang bersifat teknis, melainkan telah menjelma menjadi krisis peradaban yang
menyentuh dimensi etika, moral, dan spiritual manusia. Respons yang berkembang
selama ini cenderung berfokus pada aspek kebijakan dan teknologi, sementara akar
persoalan yang lebih mendasar, yakni cara pandang manusia terhadap alam dan
Tuhan, kerap luput dari perhatian. Berangkat dari pandangan bahwa krisis ekologis
pada hakikatnya bersumber dari krisis kesadaran spiritual manusia, penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan memahami konsep ekoteologi menurut Seyyed
Hossein Nasr dan Leonardo Boff, serta mengetahui persamaan dan perbedaan
pemikiran keduanya dalam merespons krisis iklim, guna menemukan titik temu
maupun perbedaan mendasar antara kedua tradisi tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
kepustakaan (library research). Desain yang digunakan adalah studi deskriptif
komparatif, yang difokuskan pada analisis teks, konsep filosofis, dan pemikiran
teologis dari dua tokoh utama, yaitu Seyyed Hossein Nasr dan Leonardo Boff. Data
primer diperoleh dari karya-karya utama kedua tokoh yang ditelusuri langsung
untuk memahami gagasan orisinal masing-masing, dilengkapi literatur sekunder
berupa buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Data dianalisis secara
deskriptif untuk memaparkan gagasan masing-masing tokoh, interpretatif untuk
menangkap makna filosofis di balik konsep-konsep kunci, dan komparatif untuk
mengidentifikasi persamaan dan perbedaan pemikiran keduanya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nasr memandang krisis ekologis
sebagai dampak desakralisasi alam akibat modernitas Barat, sehingga solusinya
terletak pada pemulihan kesadaran sakral manusia terhadap alam melalui konsep
tauhid, khalifah, dan mizan. Sementara itu, Boff melalui konsep ekologi integral
memandang kerusakan alam dan penderitaan kaum miskin sebagai satu kesatuan
masalah yang lahir dari sistem eksploitasi yang sama, sehingga menawarkan solusi
""pertobatan ekologis"" sebagai perubahan sikap manusia terhadap alam sekaligus
sesamanya. Kedua tokoh sama-sama memandang krisis iklim sebagai krisis
spiritual-moral dan menolak antroposentrisme, namun berbeda pada titik berangkat
pemikirannya: Nasr bersifat metafisis-transenden (top-down), sedangkan Boff
bersifat empiris-sosial (bottom-up). Kedua pemikiran ini dinilai saling melengkapi
dan dapat disintesiskan menjadi kerangka ekoteologi lintas agama yang lebih
holistik dalam menghadapi krisis iklim.
"

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Studi Agama
Depositing User: Juwita Asna Dewi, S.H.I
Date Deposited: 08 Aug 2026 02:57
Last Modified: 08 Aug 2026 02:57
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/7623

Actions (login required)

View Item
View Item