Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Pandangan Mazhab Hanafi dan Syafi'i Terhadap Child Free dalam Rumah Tangga

Al Munawar, Fajar (2026) Pandangan Mazhab Hanafi dan Syafi'i Terhadap Child Free dalam Rumah Tangga. Other thesis, UIN STS JAMBI.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya fenomena childfree, yaitu
keputusan sadar pasangan suami istri untuk tidak memiliki keturunan secara
permanen dalam pernikahan. Di era kontemporer, tren ini didorong oleh motif
modern seperti kecemasan ekonomi dan kesadaran kesehatan mental (mental
health). Realitas ini memicu kesenjangan hukum (gap) karena literatur fikih klasik
(turats) tidak mengenal istilah childfree melainkan praktik 'azl (senggama
terputus) yang umumnya bersifat temporer. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis faktor-faktor pendorong childfree dan mengomparasikan pandangan
hukum antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi'i terhadap fenomena tersebut.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan sifat
analisis deskriptif-komparatif. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi

dengan menelaah kitab-kitab utama (kitab babon) kedua mazhab, seperti Al-
Mabsuth dan Hasyiyah Ibn Abidin (Mazhab Hanafi) serta Al-Umm dan Al-
Syarh al-Muhadzdzab

analisis isi (content analysis) dengan pendekatan al-fiqh al-muqaran (fikih
perbandingan).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, faktor utama pendorong childfree
modern didominasi oleh tekanan ekonomi urban, pergeseran budaya
individualisme, karier, dan kesiapan psikologis (parenting anxiety). Kedua, terjadi
perbedaan manhaj istinbath yang berimplikasi pada status hukum childfree.
Mazhab Hanafi memandang reproduksi sebagai hak bersama (musytarak) antara
suami dan istri. Segala bentuk pencegahan kehamilan ('azl) wajib mendapatkan
izin istri; keputusan childfree secara sepihak atau yang disepakati namun merusak
esensi hifzh an-nasl tanpa uzur syar'i dipandang tidak sejalan dengan tujuan
individualis bagi suami, di mana hukum asal 'azl adalah makruh tanzih dan tidak
membutuhkan izin istri karena sperma sebelum konsepsi belum dihargai sebagai
kehidupan. Namun, jika keputusan childfree bermotif menolak kehadiran anak
secara permanen mutlak karena takut miskin, kedua mazhab sepakat melarangnya
karena bertentangan dengan prinsip tawakal dan teks-teks normatif syariat.
Kata kunci: Childfree, Mazhab Hanafi, Mazhab Hukum Islam,
Pernikahan.

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Juwita Asna Dewi, S.H.I
Date Deposited: 07 Aug 2026 04:00
Last Modified: 07 Aug 2026 04:00
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/7607

Actions (login required)

View Item
View Item