Nurhaimi, Nurhaimi (2024) Pola komunikasi antara warga suku Bugis dan suku Melayu dalam menjaga hubungan harmonis di Desa Talang Jangkang kecamatan kemuning kabupaten Indragiri hilir provinsi Riau. Other thesis, UIN STS JAMBI.
Full text not available from this repository.Abstract
"Heterogenitas suku yang terdapat di Desa Talang Jangkang, Kecamatan
Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, mengharuskan masyarakatnya untuk
menjaga pola komunikasi sehingga tercapainya kehidupan yang harmonis. Suku
Bugis dan Suku Melayu merupakan dua suku dengan jumlah jiwa terbanyak yang
telah mendiami desa tersebut sebelum abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana hubungan harmonis dan pola komunikasi dari kedua suku
untuk mencapai keharmonisan hidup bermasyarakat.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriftif dan
menggunakan teknik analisis data dengan mengambil sampel untuk mengetahui
bagaimana bentuk hubungan harmonis dan pola komunikasi yang digunakan oleh
Suku Bugis dan Suku Melayu dalam menjaga hubungan harmonis sesamanya.
Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan
verifikasi. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hubungan harmonis antara Suku
Bugis dan Suku Melayu di Desa Talang Jangkang dapat dilihat dalam tiga bentuk
yaitu, saling menghargai, solidaritas sosial, dan akulturasi antar masyarakat Suku
Bugis dan Suku Melayu, Strategi komunikasi yang digunakan oleh kedua suku
yaitu saling mengahargai, saling menghormati dan membalas penghormatan,
“petuah” atau memberi nasehat, dan saling memuliakan. Manfaat menjaga
hubungan harmonis antar Suku Bugis dan Suku Melayu yaitu, ketentraman hidup,
peningkatan pendapatan ekonomi, stabilitas kepengurusan pemerintahan Desa,
dan stabilitas kepengurusan tempat ibadah. Faktor pendukung yang menjadi upaya
masyarakat Suku Bugis dan Suku Melayu menjaga hubungan harmosinya terdiri
dari tiga arah yaitu, spiritual dan keagamaan, sumber penghasilan dan ekonomi,
dan sosial kemasyarakatan. Adapun satu-satunya yang menjadi penghambat yaitu
nilai budaya leluhur, karena sesuatu yang berbau luhur terkadang lebih dimiliki
dan dimengerti dibandingkan sesuatu yang lahir dari keberagaman sebagai
pemersatu dan sesuatu milik suku atau golongan lain."
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Dakwah > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Juwita Asna Dewi, S.H.I |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 02:58 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 02:58 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/7513 |
