Abror, Ahmad Holil (2026) KONSEP FALAH M. UMER CHAPRA DALAM PENGUKURAN PEMBANGUNAN: ANALISIS KUADRAN ATAS KINERJA DAERAH DI PROVINSI JAMBI. Other thesis, UNSPECIFIED.
Full text not available from this repository.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pembangunan daerah di Provinsi Jambi berdasarkan konsep falah yang dikemukakan oleh M. Umer Chapra. Konsep falah menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pencapaian kesejahteraan material, tetapi juga pada keseimbangan aspek spiritual dan sosial sebagai bagian dari kesejahteraan yang utuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominannya penggunaan indikator material dalam pengukuran pembangunan yang belum sepenuhnya mampu menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat secara komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analisis kuadran. Data yang digunakan merupakan data sekunder periode 2020–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Kementerian Agama. Dimensi material diukur menggunakan indikator laju pertumbuhan Laju Pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan tingkat pengangguran, sedangkan dimensi spiritual diukur melalui Angka Harapan Hidup (AHH), Indeks Zakat Nasional (IZN), dan Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB). Hasil pengukuran menghasilkan nilai ratarata dimensi material sebesar 0,568 dan dimensi spiritual sebesar 0,438 yang digunakan sebagai garis pembagi dalam analisis kuadran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Merangin, Muaro Jambi, dan Kota Sungai Penuh berada pada Kuadran I (ideal), yaitu memiliki capaian material dan spiritual yang tinggi. Kabupaten Kerinci, Tebo, dan Batanghari berada pada Kuadran II (material), yang menunjukkan capaian material tinggi namun spiritual relatif rendah. Kota Jambi berada pada Kuadran III (spiritual), dengan capaian spiritual tinggi tetapi material relatif rendah. Sementara itu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Bungo, Sarolangun, dan Tanjung Jabung Timur berada pada Kuadran IV (tertinggal), yang menunjukkan capaian rendah pada kedua dimensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar daerah di Provinsi Jambi belum mencapai keseimbangan optimal antara pembangunan material dan spiritual. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembangunan yang lebih integratif agar kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan sesuai dengan prinsip falah.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Mahdianto S.Hum., M.Pd. |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 02:28 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 02:28 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/7488 |
