Nasril, Nasril (2026) Konsep Gharar dalam Jual Beli Online ( Kajian Ma'anil Hadis). Other thesis, UIN STS JAMBI.
Full text not available from this repository.Abstract
"Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Gharar dalam jual beli online melalui pendekatan ma’anil hadis, dengan fokus pada hadis riwayat Imam an-Nasa'i nomor 4518 tentang larangan bay' al-hashah dan bay' al-Gharar . Penelitian ini didorong oleh semakin pesatnya perkembangan transaksi digital (e-commerce) yang membawa potensi baru terhadap munculnya unsur Gharar akibat ketiadaan fisik barang dalam akad, deskripsi produk yang tidak akurat, serta manipulasi visual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Sumber data primer meliputi kitab Sunan an-Nasa'i dan karya Dr. H. Abdul Mustaqim tentang ilmu ma’anil hadis, sedangkan sumber sekunder mencakup kitab-kitab hadis, buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Metode analisis data yang digunakan meliputi takhrij hadis, analisis sanad dan matan, serta pendekatan ma’anil hadis yang mencakup analisis tekstual, intertekstual, dan kontekstual.
Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, konsep Gharar dalam jual beli online merujuk pada ketidakjelasan objek transaksi dari segi kualitas, kuantitas, maupun waktu penyerahan. Terdapat pembedaan antara Gharar fahish (berat, dilarang) dan Gharar yasir (ringan, dimaafkan). Konsep ""melihat"" (ru'yah) secara fisik bertransformasi menjadi ma'lum as-shifat melalui instrumen digital, sehingga transaksi online tetap sah sepanjang disertai keterbukaan informasi (bayan) yang memadai dan dipenuhinya hak khiyar bagi pembeli. Kedua, hasil takhrij menunjukkan bahwa hadis Imam an-Nasa'i nomor 4518 juga terdapat dalam Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan Ibnu Majah, Sunan ad-Darimi, dan Musnad Ahmad bin Hanbal. Telaah sanad membuktikan bahwa seluruh rangkaian perawi bersambung (muttasil) dan dinilai tsiqah , matan tidak bertentangan dengan Al-Qur'an maupun hadis shahih lainnya, sehingga hadis ini valid dan layak dijadikan hujah. Ketiga, redaksi naha (melarang) pada hadis ini menunjukkan keharaman yang bersifat qath'i. Secara asbabul wurud, larangan ini bersifat umum ('amm) yang lahir dari kondisi sosial-ekonomi masyarakat Arab Jahiliyah yang penuh praktik spekulatif, sehingga berlaku universal dan lintas zaman, termasuk pada ekosistem jual beli digital masa kini. Dengan demikian, hadis riwayat Imam Nasa’i nomor 4518 berfungsi sebagai kaidah normatif sekaligus kerangka evaluatif untuk menilai keabsahan transaksi digital, yakni tetap sah sepanjang prinsip ‘an taradin (saling rela) dan kejelasan informasi terpenuhi."
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Hadis |
| Depositing User: | Munsia Andriani |
| Date Deposited: | 02 Aug 2026 02:05 |
| Last Modified: | 02 Aug 2026 02:05 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/7463 |
