Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128/PUU-XXIII/2025 tentang Larangan Rangkap Jabatan bagi Wakil Menteri dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia

Latif Maulana, Farhat Nofrian (2026) Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128/PUU-XXIII/2025 tentang Larangan Rangkap Jabatan bagi Wakil Menteri dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia. Other thesis, UIN STS JAMBI.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Studi ini membahasa terkait Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128/PUUXXIII/2025 yang secara jelas melarang Wakil Menteri menggabungkan kedudukan
lain dalam kerangka ketatanegaraan Indonesia. Pokokutama pembahasan adalah
mengkaji pertimbangan hukum hakim konstitusi serta konsekuensi yuridis putusan
tersebut terhadap sistem ketatanegaraan dan prinsip penyelenggaraan kekuasaan
negara yang baik /good governance. Metode studi yang digunakan adalah yuridis
normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Temuan
kajian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dilandasi oleh keharusan
menciptakan kepastian hukum, menghindari pertentangan kepentingan, serta
menjamin profesionalisme pelaksana negara sesuai dengan Pasal 1 ayat (3), Pasal
17 ayat (3), dan Pasal 28D ayat (1) UUD NRI Tahun 1945. Mahkamah menekankan
bahwa larangan penggabungan kedudukan bagi Wakil Menteri merupakan
perwujudan konkret dari dasar negara hukum, penguatan mekanisme sistem
pengawasan dan penyeimbangan kekuasaan, serta penerapan moralitas konstitusi
dalam praktik pemerintahan. Bertujuan mengimplementasikan putusan secara
bertahap tanpa menyebabkan destabilisasi administratif, Mahkamah memberikan
masa peralihan selama dua tahun agar lembaga legislatif selaku pembentuk undangundang dapat segera merevisi ketentuan hukum guna memberikan kepastian terkait
larangan rangkap jabatan bagi Wakil Menteri, seperti komisaris BUMN. Selain itu,
Mahkamah mengusulkan agar Pasal 23 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008
segera direvisi secara formal oleh lembaga pembentuk undang-undang guna
memberikan kepastian hukum yang langgeng. Secara menyeluruh, putusan ini
menutup ruang tafsir normatif yang selama ini memicu perdebatan, sekaligus
menjadi fondasi konstitusional untuk mewujudkan birokrasi akuntabel, dan bebas
dari penyalahgunaan wewenang.
"

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Tata Negara
Depositing User: Munsia Andriani
Date Deposited: 02 Aug 2026 02:03
Last Modified: 02 Aug 2026 02:03
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/7462

Actions (login required)

View Item
View Item