Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Studi Ma'anil Hadis Tentang Larangan Tabarruj ( Analisis Hadis Dalam Konteks Fenomena Muslimah Influencer Di Media sosial)

Fajriansyah, Alam (2026) Studi Ma'anil Hadis Tentang Larangan Tabarruj ( Analisis Hadis Dalam Konteks Fenomena Muslimah Influencer Di Media sosial). Other thesis, UIN STS JAMBI.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Kehadiran Muslimah influencer di Instagram dan TikTok memunculkan
paradoks yang belum banyak dijawab secara tuntas, yaitu ketika simbol keislaman ditampilkan justru melalui logika visual budaya digital yang sama dengan konten pada umumnya, termasuk kecenderungan komodifikasi hijab sebagai bagian dari daya tarik konten. Kajian tabarruj yang tersedia selama ini didominasi pendekatan tafsir Al-Qur’an, sementara analisis khusus dari sisi ilmu hadis terhadap fenomena ini masih sangat terbatas. Kekosongan inilah yang mendasari penelitian ini, yaitu
menelusuri bagaimana hadis-hadis larangan tabarruj dapat menjelaskan pergeseran bentuk dan motif tabarruj dari konteks kemunculannya hingga konteks Muslimah influencer di media sosial saat ini.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka (library
research) dengan pendekatan ma'anil hadis Abdul Mustaqim, yang mencakup
analisis tekstual, analisis kontekstual, dan rekontekstualisasi makna. Objek kajian
difokuskan pada dua hadis, yaitu hadis kasiyat 'ariyat riwayat Imam Malik dalam
Al-Muwaththa' dan hadis larangan wewangian riwayat al-Tirmidzi dalam Sunan alTirmidzi, yang dipilih secara purposif karena bersama-sama membentuk kerangka
normatif tabarruj dari dimensi visual, perilaku, dan niat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep tabarruj dalam hadis bersifat
multidimensi dan bermuara pada satu maqashid, yaitu melindungi martabat
perempuan dari objektivikasi dan mencegah fitnah sosial. Kedua hadis yang dikaji juga terbukti memenuhi syarat sebagai hujjah, dengan hadis Al-Muwaththa' No. 7 berkualitas shahih dan hadis al-Tirmidzi No. 2786 berkualitas hasan shahih. Lebih jauh, kedua hadis ditemukan memiliki relevansi substantif dengan fenomena Muslimah influencer melalui tiga bentuk transformasi, yaitu pergeseran ruang publik dari fisik ke digital, komodifikasi hijab sebagai bentuk kasiyat 'ariyat modern, serta pergeseran motif dari kesombongan sosial menuju tekanan attention economy digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa 'illah larangan tabarruj tetap hadir secara kontekstual di ruang digital, sehingga pendekatan ma'anil hadismampu menunjukkan substansi moral yang bersifat lintas zaman dan relevan digunakan sebagai kerangka etis bagi Muslimah di era digital.
"

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Hadis
Depositing User: Munsia Andriani
Date Deposited: 02 Aug 2026 02:01
Last Modified: 02 Aug 2026 02:01
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/7460

Actions (login required)

View Item
View Item