PUJA RAHMI (2023) "ANALISIS HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF TERHADAP RETRIBUSI DALAM PENGELOLAAN PARKIR DI PASAR ANGSO DUO BARU JAMBI (STUDI TERHADAP DINAS PASAR ANGSO DUO BARU KOTA JAMBI)". Other thesis, UIN sulthan thaha saifudin jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis hukum islam dan hukum positif terhadap retribusi dalam pengelolaan parkir dipasar angso duo baru jambi. Sebagai tujuan antaranya adalah untuk mengetahui retribusi dalam pengelolaan parkir dipasar angso duo baru jambi dalam pandangan hukum Islam dan hukum positif, dan juga untuk mengetahui apa dampak dari hasil retribusi parkir yang ada dipasar angso duo baru jambi. Skripsi ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif situasi, yang dimana deskriptif merupakan metode penelitian yang menggunakan untuk menggambarkan masalah yang terjadi pada masa sekarang atau masa yang sedang berlangsung, yang bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang terjadi sebagaimana mestinya pada saat penelitiaan dilakukan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil dan kesimpulan sebagai berikut: menurut pandangan hukum islam ijarah bearti sewa, jasa, atau imbalan, dimana ada akad yang dilakukan atas dasar suatu manfaat dengan imbalan jasa sedangkan dari idris ahmad yang didalam bukunya Ijarah adalah upah-mengupah yang dimana seorang mu’jir (yang mempunyai usaha, yang memberi upah) dan musta’jir ( seorang pekerja dan yang menerima upah). Sedangkan dalam pandangan hukum positif pengupahan diatur dalam hukum perburuhan, hukum perburuhan ialah himpunan peraturan, baik tertulis maupun tidak yang berkenaan dengan kejadian dimana seseorang berkerja pada orang lain dengan menerima upah. Sedangkan upah dalam hukum positif di Indonesia diatur dalam 1. 1320 KUHP perdata tentang perjanjian. 2. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1981 tentang Perlindungan upah, serta peraturan lainnya. Sedangkan kendala dari hasil retribusi parkir yang pertama adanya kampung yang terkoneksi langsung didalam Pasar Angso Duo Baru tidak mungkin juga untuk membatasi masyarakat tersebut buat masuk, maka dari itu pihak Pasar Angso memberi toleransi supaya semuanya bisa berjalan dengan humanis dan menjalankan aktivas dengan nyaman, maka dari itu tidak dipakainya karcis karna ada nya keluar masuk warga kampung yang ada di dalam Pasar Angso dan jika dipakai akan terjadinya kerugian dalam kertas karcis. Lalu kendala kedua tidak patuh nya juru parkir dalam, dengan setoran nya yang sesuai dengan perjanjian bagi hasil yang telah di sepakati bersama.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Tata Negara |
| Depositing User: | Perpustakaan UIN STS Jambi |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 05:45 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 05:45 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/7458 |
