Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Reinterpretasi Hadis Al-Hamwu Dalam Konteks Keluarga Modern:Analisis dengan Pendekatan Double Movement Fazlur Rahman

Akbar, Syaiffudin (2026) Reinterpretasi Hadis Al-Hamwu Dalam Konteks Keluarga Modern:Analisis dengan Pendekatan Double Movement Fazlur Rahman. Other thesis, UIN STS JAMBI.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kecenderungan
pemahaman hadis al-ḥamwu al-maut secara tekstual yang sering kali
menimbulkan kesan normatif dan kurang relevan dengan dinamika
kehidupan keluarga modern. Hadis yang secara literal dimaknai sebagai
""ipar adalah maut"" kerap dipahami sebagai larangan mutlak dalam relasi
ipar, tanpa mempertimbangkan konteks sosial-historis yang
melatarbelakangi kemunculannya. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk: (1) mengetahui pengertian al-ḥamwu menurut ulama
hadis, (2) memahami konsep hermeneutika Double Movement Fazlur
Rahman, dan (3) menjelaskan reinterpretasi hadis al-ḥamwu al-maut
melalui pendekatan Double Movement untuk menemukan prinsip moral
universalnya dan mengaplikasikannya dalam konteks kehidupan keluarga
modern.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research )
dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer berupa hadis al-ḥamwu
al -maut riwayat Imam al-Bukhari No. 5232 beserta literatur yang
berkaitan dengan pemikiran Fazlur Rahman. Data dianalisis menggunakan
metode hermeneutika Double Movement , yaitu melalui dua tahapan:
memahami konteks sosio-historis hadis untuk menemukan prinsip moral
universal, kemudian mengaplikasikan prinsip tersebut ke dalam realitas
kontemporer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-ḥamwu merujuk kepada
kerabat suami yang bukan mahram bagi istri, dengan ʿilla larangan
terletak pada kemudahan akses dan hilangnya kewaspadaan, bukan pada
pribadi ipar, sementara al -maut berfungsi sebagai peringatan, bukan
vonis. Penelitian ini juga menemukan bahwa metode Double Movement
Fazlur Rahman dapat dioperasikan pada kajian hadis, tidak hanya Al-
Qur'an seperti kelaziman selama ini. Melalui pendekatan tersebut,
ditemukan tiga prinsip moral universal, yaitu perlindungan institusi
keluarga, kewaspadaan moral aktif, dan proporsionalitas peringatan, yang
diterapkan dalam konteks keluarga Muslim Indonesia kontemporer
melalui perluasan cakupan khalwat ke ruang digital, tanggung jawab
bilateral antara suami dan istri, serta reposisi hadis dari stigma menjadi
panduan etika relasional. Reinterpretasi ini menegaskan bahwa pergeseran
struktur keluarga dari extended family menuju nuclear family tidak
menghapus relevansi hadis, melainkan memindahkan lokasi risikonya ke
ruang digital masa kini."

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Hadis
Depositing User: Munsia Andriani
Date Deposited: 02 Aug 2026 01:58
Last Modified: 02 Aug 2026 01:58
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/7458

Actions (login required)

View Item
View Item