Marwah (2025) Studi Kritis Terhadap Penafsiran Amar Alfikar Pada Ayat Gender Dalam Buku Queer Menafsir. Other thesis, Uin Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
"Aktivitas penafsiran Al-Qur'an dari para mufassir atau ulama telah menghasilkan berbagai kitab tafsir dalam khazanah ilmu Al-Qur'an. Bahkan memunculkan pandangan-pandangan yang berbeda-beda dalam menafsrika sebuah ayat, sehingga menimbulkan suatu kejadian, seorang mufassir tidak dapat sepenuhnya terlepas dari latar belakang pribadinya ketika menafsirkan Al-Qur'an, dapat dilihat pada mufassir kontemporer Indonesia yang dikenal dengan pendekatan progresif dan kritis terhadap isu gender dan seksualitas dalam Islam. Amar Alfikar, seorang intelektual Islam yang menaruh perhatian besar pada isu tersebut melalui karyanya Queer Menafsir: Decoding Quran for LGBT Muslim. Buku ini bertujuan menghadirkan perspektif baru dalam memahami teks keagamaan, khususnya Al-Qur'an, dalam kaitannya dengan hak-hak LGBT serta keadilan gender. Maka peneliti bertujuan untuk melihat bagaimana penafsiran dan kritik Amar Alfikar dalam menganalisis ayat-ayat gender pada buku Queer menafsir.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang memanfaatkan data kepustakaan (library Research). Dalam penelitian ini, penulis melakukan kajian dengan cara membaca dan menganalisis buku-buku serta artikel-artikel yang relevan dengan topik penelitian. Kemudian peneliti menerapkan metode kualitatif untuk menangani permasalahan yang ada melalui pendekatan deskriptif-analisis. Langkah awal yang diambil adalah memaparkan ayat-ayat Al-Qur'an yang telah dipilih, kemudian menganalisis perspektifnya dengan pendekatan yang telah ditentukan. Data kemudian dianalisis dan disajikan secara deskriptif untuk memudahkan pemahaman.
Penulis menemukan bahwa tafsir Amar banyak dipengaruhi oleh pengalaman pribadinya sebagai transpria Muslim. Hal ini membuatnya cenderung membela identitas queer dalam Islam. Pendekatannya juga dikritik karena tidak mengikuti kaidah tafsir Islam. Tafsir Amar lebih bersifat interpretasi pribadi, dengan merujuk pada pengalaman hidup dan tokoh-tokoh di luar tradisi tafsir klasik. Dalam menafsirkan QS. Al-Hujurat:13, Amar lebih menekankan aspek sosial dan konstruksi gender, bukan makna tekstual dan kontekstual seperti yang biasa digunakan para mufasir. Pendekatan ini berasumsi pesan utama ayat tentang persatuan umat manusia berdasarkan fitrah penciptaannya. Selain itu, pemahamannya tentang takwa yang lebih menonjolkan inklusivisme sosial bisa menggeser makna aslinya sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah. Meski memberikan sudut pandang yang lebih modern, tafsir ini dinilai menyimpang dari metode tafsir Islam, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang kebenaran maknanya. Skripsi ini diharapkan bisa menjadi bahan bacaan dan referensi untuk menambah pengetahuan tentang tafsir, khususnya yang membahas isu gender dan pendekatan baru dalam menafsirkan Al-Qur'an, dan diharapkan juga bisa mendorong lahirnya diskusi yang lebih terbuka dan ilmiah, serta mengajak para pembaca untuk lebih kritis dan hati-hati dalam memahami tafsir Al-Qur'an."
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan UIN STS Jambi |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 05:32 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 05:32 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/7445 |
