Ayatullah (2025) Pemahaman Hadis FitnahPerempuan Melalui Metode Double Investigation Fatima Mernissi. Other thesis, Uin Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah yang selalu dibahas hingga kini yaitu gender dan isu-isu mengenai ketimpangan hubungan antara perempuan dan laki-laki. Perempuan sering kali dikaitkan dengan ""fitnah"" hal tersebut disebabkan terdapat redaksi hadis yang jika dilihat sekilas seolah-olah memberikan pengertian bahwa perempuan adalah sumber fitnah. Padahal, kata ""fitnah perempuan"" sebenarnya tidak disebutkan secara eksplisit di dalam Al-Qur'an. Namun, secara substansial ide tentang konsep tersebut ditemukan di dalam Al-Qur'an ataupun hadis yang menjelaskan pesona atau ujian perempuan meskipun tidak menggunakan kata fitnah. Konsep fitnah perempuan hampir sama dengan misoginis, karen keduanya sama-sama memberikan komentar negatif terhadap perempuan. Oleh sebab itu, kajian tentang hadis fitnah perempuan ini perlu untuk dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hadis-hadis yang berkaitan dengan fitnah perempuan guna menemukan pemahaman yang lebih adil dan komprehensif terhadap perempuan dalam teks-teks keagamaan, serta melihat bagaimana pandangan tersebut berakar dalam sejarah dengan menggunakan metode yang digagas oleh Fatima Mernissi.
Dalam mengkaji hadis-hadis yang berkaitan dengan fitnah perempuan, peneliti menggunakan metode pendekatan double investigation (penyigian ganda) yang digagas oleh Fatima Mernissi. Metode pendekatan ini menitikberatkan pada faktor sosio-historis dengan melakukan peninjauan terhadap munculnya hadis tersebut. Kemudian, meninjau dari pendekatan psikologis, memberikan kritik pada sanad atau rantai rawi dengan melihat kehidupan pribadi mereka.
Setelah Setelah menerapkan metode Double Investigation Fatima Mernissi, ditemukan bahwa hadis-hadis tentang fitnah perempuan tidak bertujuan untuk menjelekkan atau merendahkan perempuan. Bahkan, sebagian besar hadis yang tampaknya menyudutkan perempuan justru mencerminkan kondisi sosial tertentu yang tidak bisa dilepaskan dari konteks historisnya Berdasarkan hasil investigasi historis, hadis tentang fitnah perempuan lahir dalam konteks masyarakat pada masa pra islam dan merupakan kekhawatiran terhadap perubahan struktur sosial, terutama peran perempuan pada masa itu. Oleh karena itu, narasi tentang perempuan sebagai fitnah lebih mencerminkan konstruksi sosial-budaya ketimbang ajaran normatif universal. Dari sisi investigasi sanad, ditemukan bahwa beberapa perawi yang meriwayatkan hadis fitnah perempuan memiliki latar belakang yang baik, baik dari sisi otoritas keilmuannya maupun kecenderungan bias terhadap perempuan.
Kata Kunci : Double Investigation, Fatima Mernissi, Fitnah Perempuan."
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Hadis |
| Depositing User: | Perpustakaan UIN STS Jambi |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 04:57 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 04:57 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/7437 |
