Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Analisis Komparatif Retorika Ironis Dan Interogatif Nabi Ibrahim Dalam Literatur Tafsir (kajian atas Q.S Al- Anbiya’ Ayat 62-63 )

Affan Al Anshory (2025) Analisis Komparatif Retorika Ironis Dan Interogatif Nabi Ibrahim Dalam Literatur Tafsir (kajian atas Q.S Al- Anbiya’ Ayat 62-63 ). Other thesis, Uin Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Penelitian ini mengkaji retorika ironis dan interogatif Nabi Ibrahim dalam literatur tafsir atas QS. Al-Anbiya' ayat 62-63 melalui analisis komparatif terhadap tafsir Al-Qurthubi, Ibnu Katsir, dan Al-Maraghi. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini berpusat pada interpretasi gaya retorika ironis dalam ucapan Nabi Ibrahim yang mengandung unsur ironi dan pertanyaan interogatif yang secara literal tampak bertentangan dengan sifat kejujuran seorang nabi.
Riset ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menggunakan sumber data primer berupa kitab-kitab tafsir dan sumber sekunder berupa literatur pendukung. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi pola penafsiran dan aspek retorika.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga mufassir sepakat bahwa gaya retorika ironis dan interogatif Nabi Ibrahim bukanlah kebohongan dalam arti sebenarnya, melainkan strategi dakwah yang cerdas berupa sindiran (ta'ridh) dan argumen (hujjah). Al-Qurthubi menekankan aspek ironis sebagai sindiran yang terlepas dari kedustaan dengan tujuan membuat kaum kafir menggunakan akalnya, Ibnu Katsir fokus pada penyajian riwayat untuk menunjukkan konteks logika di balik gaya interogatif, sementara Al-Maraghi memberikan perhatian pada aspek psikologis dari penggunaan ironi dan pertanyaan retoris sebagai gambaran sosial kemasyarakatan. Analisis menemukan bahwa retorika ironis dan interogatif dalam ayat tersebut memiliki lima aspek utama: (1) gaya bahasa ironis yang menggunakan sindiran halus untuk mengekspos ketidaklogisan penyembahan berhala, (2) struktur argumentasi interogatif yang logis dan bertahap, (3) penggunaan pertanyaan retoris ""jika mereka dapat berbicara"" untuk memicu introspeksi mendalam, (4) elemen persuasif ironis yang mendorong pemikiran kritis tanpa konfrontasi langsung, dan (5) efektivitas gaya interogatif- ironis dalam konteks dakwah yang menghormati kecerdasan pendengar sambil mengekspos kebatilan keyakinan mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa retorika ironis dan interogatif Nabi Ibrahim merupakan model dakwah yang sangat efektif, menggabungkan kecerdasan linguistik dengan strategi psikologis untuk mencapai transformasi pemikiran. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi pengembangan metode dakwah kontemporer yang memanfaatkan kekuatan retorika ironis dan pertanyaan interogatif sebagai alat persuasi yang elegan dan efektif.
Kata Kunci: Analisis Komparatif, Literatur Tafsir, Nabi Ibrahim, QS. Al- Anbiya' 62-63, Retorika Interogatif, Retorika Ironis."

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan UIN STS Jambi
Date Deposited: 23 Sep 2026 04:17
Last Modified: 23 Sep 2026 04:17
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/7421

Actions (login required)

View Item
View Item