shopia feliza (2025) Diskursus Kepemimpinan Non-Muslim di Indonesia : Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Iklil Fii Ma'ani Al-Tanzil. Other thesis, Uin Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
"Kepemimpinan dalam Islam merupakan masalah penting yang
mempengaruhi tatanan sosial-politik umat, dengan pemimpin negara memiliki
peran krusial dalam mewujudkan kemaslahatan umat dan menegakkan hukum
negara. Salah satu topik kontroversial yang terus diperdebatkan adalah apakah
seorang Non-Muslim dapat menjadi pemimpin suatu negara dengan mayoritas
islam. Perdebatan ini dipengaruhi oleh latar belakang keilmuan, pemahaman
terhadap nash agama, serta kondisi sosial-politik yang berkembang. Dalam
konteks ini, pandangan ulama seperti Buya Hamka dan K.H. Misbah Mustafa
memberikan perspektif yang berbeda mengenai kepemimpinan Non-Muslim.
Buya Hamka menekankan kehati-hatian dalam memilih pemimpin dan lebih
mengutamakan pemimpin Muslim, sementara K.H. Misbah Mustafa lebih terbuka
terhadap kemungkinan pemimpin Non-Muslim dalam sistem demokrasi modern,
dengan menilai kualitas dan integritas pemimpin sebagai faktor utama. Tujuan
dari studi ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan pandangan kedua
ulama mengenai kepemimpinan Non-Muslim.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-
komparatif, yang mencakup enam tahap analisis. Penelitian ini dilaksanakan
melalui enam tahap yang saling terkait. Tahap pertama adalah penentuan tema
penelitian, yang fokus pada masalah kepemimpinan Non-Muslim yang kerap
menjadi isu kontemporer. Pada tahap kedua, peneliti mengidentifikasi aspek-
aspek utama yang menjadi titik perbandingan antara tafsir Al-Azhar dan Al-Iklil,
termasuk pemahaman tentang kepemimpinan dan peranannya dalam konteks
Islam. Tahap ketiga berfokus pada pencarian keterkaitan dan faktor-faktor yang
mempengaruhi pandangan kedua tafsir terhadap konsep tersebut. Tahap keempat
menggali keunikan masing-masing pemikiran tokoh di balik tafsir ini, yakni Al-
Azhar dan Al-Iklil, untuk mengungkap perbedaan dan persamaan dalam tafsiran
mereka. Pada tahap kelima, penelitian ini melakukan analisis kritis dengan data
relevan yang mendalam untuk memperkuat argumentasi yang ada. Di tahap akhir,
penelitian ini menarik kesimpulan yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan
utama mengenai bagaimana kedua tafsir memandang kepemimpinan Non-Muslim
dan relevansinya dengan tantangan sosial-politik yang dihadapi umat Islam saat
ini.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Buya Hamka dan
K.H. Misbah Mustafa memiliki pandangan yang berbeda mengenai
kepemimpinan Non-Muslim, keduanya memberikan kontribusi penting terhadap
pemahaman kepemimpinan dalam konteks Islam. Buya Hamka lebih berhati-hati
dan menekankan pentingnya memilih pemimpin Muslim untuk menjaga nilai-nilai
Islam, sementara K.H. Misbah Mustafa lebih adaptif terhadap sistem demokrasi,
dengan memberikan ruang bagi pemimpin Non-Muslim yang mampu
menegakkan keadilan dan kesejahteraan."
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan UIN STS Jambi |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 03:48 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 03:48 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/7375 |
