Dwiza, Zullaika (2025) Metaphor used in Queen Charlotte: Bridgerton Side story. Other thesis, UIN STS JAMBI.
Full text not available from this repository.Abstract
Bahasa dalam narasi audiovisual sering kali menyimpan makna yang lebih dalam daripada bentuk literalnya. Metafora sebagai bagian dari bahasa figuratif berperan penting dalam menggambarkan emosi, kekuasaan, dan hubungan antarkarakter. Queen Charlotte: A Bridgerton Story merupakan drama sejarah yang kaya dengan dialog simbolis yang mencerminkan pergulatan pribadi sekaligus dinamika sosial dalam kehidupan kerajaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis metafora konseptual dan makna implisit pada ujaran Ratu Charlotte, Raja George, dan Lady Danbury. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data dari tiga episode terpilih yaitu episode satu, empat, dan enam. Analisis ini menerapkan Teori Metafora Konseptual Lakoff dan Johnson (1980) serta klasifikasi makna implisit Larson (1998) yang mencakup makna dipresuposisi, makna tersirat, dan makna disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan lima puluh satu ungkapan metaforis yang terdiri atas dua puluh metafora struktural, sepuluh metafora orientasional, dan dua puluh satu metafora ontologis, dengan metafora ontologis sebagai yang paling dominan. Selain itu ditemukan tiga puluh tiga makna implisit yang meliputi empat belas makna dipresuposisi, tiga belas makna tersirat, dan enam makna disimpulkan. Temuan ini menunjukkan bahwa metafora dan makna implisit dalam Queen Charlotte bukan sekadar bahasa estetis, tetapi juga sarana retoris untuk membangun komunikasi karakter, mengungkap konflik internal, serta mencerminkan kompleksitas emosional dan sosial kehidupan kerajaan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sastra Inggris |
| Depositing User: | Juwita Asna Dewi, S.H.I |
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 02:06 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 02:06 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/7228 |
