Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

LEGALITAS PRAKTIK POLIGAMI TANPA IZIN DALAM PERADILAN INDONESIA DAN MALAYSIA (KAJIAN PERSPEKTIF MAQASID AL-SYARIAH)

BIN SHUHAIMI, SYAHMI HARIZ (2026) LEGALITAS PRAKTIK POLIGAMI TANPA IZIN DALAM PERADILAN INDONESIA DAN MALAYSIA (KAJIAN PERSPEKTIF MAQASID AL-SYARIAH). Other thesis, UIN STS JAMBI.

Full text not available from this repository.

Abstract

"ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan, menganalisis, dan membandingkan ketentuan hukum mengenai praktik poligami tanpa izin di Indonesia dan Malaysia serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip Maqasid al-Shariah sebagai landasan moral dan filosofis hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian normatif, di mana data diperoleh melalui studi pustaka terhadap berbagai sumber hukum primer dan sekunder seperti peraturan perundang- undangan, Kompilasi Hukum Islam (KHI), Akta Undang-Undang Keluarga Islam (Akta 303), serta literatur ilmiah yang relevan. Pendekatan ini digunakan untuk menelaah bagaimana hukum positif di kedua negara mengatur perihal poligami tanpa izin serta sejauh mana ketentuan tersebut mencerminkan nilai-nilai keadilan dan kemaslahatan dalam perspektif syariah. Di Indonesia, poligami diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan KHI yang mewajibkan izin dari pengadilan agama sebelum suami berpoligami. Sementara di Malaysia, peraturan serupa terdapat dalam Akta 303 dan enakmen negeri-negeri yang mewajibkan permohonan izin kepada Mahkamah Syariah dengan alasan yang sah serta kemampuan menanggung nafkah dan keadilan terhadap istri-istri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam aspek administratif, prosedur hukum, serta tingkat penguatkuasaan antara kedua negara, keduanya memiliki kesamaan dalam tujuan normatif, yaitu melindungi hak-hak perempuan, anak, dan menjamin keadilan dalam keluarga. Berdasarkan analisis Maqasid al-Shariah, pengaturan mengenai izin poligami tersebut selaras dengan perlindungan terhadap lima tujuan syariah utama, khususnya hifz al-nasl (menjaga keturunan), hifz al-mal (menjaga harta), dan hifz al-nafs (menjaga jiwa). Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa praktik poligami tanpa izin, baik di Indonesia maupun Malaysia, bertentangan dengan semangat keadilan dan kemaslahatan yang menjadi inti dari hukum Islam.
Kata kunci : Poligami Tanpa Izin, Hukum Keluarga Islam, Maqasid al- Shariah, Indonesia, Malaysia."

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Juwita Asna Dewi, S.H.I
Date Deposited: 20 Jul 2026 02:34
Last Modified: 20 Jul 2026 02:34
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/7184

Actions (login required)

View Item
View Item