Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Relevansi Konsep Ashabiyyah dalam Kerukunan antar umat beragama: Studi Pemikiran Ibnu Khaldun

Rizky Ikhwan (2025) Relevansi Konsep Ashabiyyah dalam Kerukunan antar umat beragama: Studi Pemikiran Ibnu Khaldun. Other thesis, Uin Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Full text not available from this repository.

Abstract

"ABSTRAK
Kerukunan antar umat beragama merupakan aspek fundamental dalam
menciptakan stabilitas sosial dalam masyarakat yang plural. Dalam konteks ini,
konsep Ashabiyyah yang diperkenalkan oleh Ibnu Khaldun memiliki relevansi yang
signifikan dalam memahami dinamika solidaritas kelompok dan bagaimana hal
tersebut dapat berkontribusi terhadap harmoni sosial. Ashabiyyah pada dasarnya
merupakan ikatan solidaritas dan persatuan dalam suatu kelompok yang dapat
berfungsi sebagai faktor penguat dalam membangun stabilitas sosial dan politik.
Namun, jika Ashabiyyah berkembang dalam bentuk eksklusif dan fanatik, maka
potensi konflik antar kelompok akan meningkat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi konsep Ashabiyyah dalam
membangun kerukunan antar umat beragama dengan menelaah pemikiran Ibn
Khaldun. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan
deskriptif-analitis. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah karya-karya Ibnu
Khaldun, khususnya Muqaddimah, serta literatur-litaratur sekunder yang
membahas hubungan antara Ashabiyyah dan harmoni sosial dalam masyarakat
multikultural.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ashabiyyah dapat menjadi
kekuatan pemersatu jika dikembangkan dalam bentuk yang inklusif, di mana
solidaritas tidak hanya terbatas pada kelompok primordial tertentu tetapi juga
mencakup masyarakat yang lebih luas, termasuk dalam hubungan antar umat
beragama. Ibnu Khaldun menegaskan bahwa suatu peradaban akan bertahan lama
jika memiliki Ashabiyyah yang kuat dan mampu merangkul berbagai elemen
masyarakat. Sebaliknya, jika Ashabiyyah hanya terfokus pada kepentingan
kelompok tertentu tanpa memperhatikan harmoni sosial, maka konflik dan
perpecahan akan lebih mudah terjadi.
Studi ini juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang bijak dalam
mengelola Ashabiyyah agar tidak berubah menjadi alat dominasi suatu kelompok
terhadap kelompok lain. Pemerintah dan pemimpin agama memiliki peran penting
dalam membangun kesadaran kolektif yang inklusif dengan menanamkan nilainilai persatuan, toleransi, dan keadilan sosial. Dengan demikian, Ashabiyyah dapat
dioptimalkan sebagai instrumen untuk memperkuat persaudaraan antar umat
beragama dan menciptakan stabilitas dalam masyarakat plural.Penelitian ini
memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana pemikiran Ibnu Khaldun
tentang Ashabiyyah dapat diaplikasikan dalam konteks modern untuk mengelola
keberagaman agama dan budaya. Implikasi dari kajian ini adalah perlunya
kebijakan sosial yang mendorong integrasi dan kebersamaan antar kelompok tanpa
menghilangkan identitas masing-masing, sehingga tercipta kehidupan yang
harmonis dan berkeadilan.
Kata Kunci: Ashabiyyah, Kerukunan Antar Umat Beragama, Ibnu Khaldun,
Solidaritas Sosial, Harmoni masyarakat"

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Perpustakaan UIN STS Jambi
Date Deposited: 23 Sep 2026 01:28
Last Modified: 23 Sep 2026 01:28
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/7152

Actions (login required)

View Item
View Item