Munawaroh, Nur'Azima (2026) Dialektika Tawassul dalam Tafsir Nusantara : Studi atas Tafsir al-Azhar dan Tafsir al-Ibrīz. Other thesis, UNSPECIFIED.
Full text not available from this repository.Abstract
"Tawassul merupakan salah satu praktik spiritual yang memiliki posisi penting dalam tradisi Islam Nusantara. Namun, pemaknaannya sering menjadi perdebatan antara kelompok modernis dan tradisionalis, yang juga tercermin dalam karya-karya tafsir Nusantara. Perbedaan tersebut tampak dalam Tafsir al-Azhar karya Hamka dan Tafsir al-Ibrīz karya KH. Bisri Musthofa. Hamka memahami tawassul sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah melalui amal saleh, doa, dan ketakwaan, sedangkan Bisri Musthofa memandang tawassul sebagai perantaraan spiritual melalui orang-orang saleh dengan tetap menegaskan keesaan Allah. Perbedaan ini menunjukkan adanya dialektika antara teks Al-Qur'an, latar ideologis mufasir, dan konteks sosial-budaya yang melingkupinya. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan menganalisis dialektika penafsiran konsep tawassul dalam Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka dan Tafsir al-Ibrīz karya KH. Bisri Musthofa.
Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, memanfaatkan kedua tafsir sebagai data primer dan literatur pendukung sebagai data sekunder. Populasi penelitian mencakup seluruh penafsiran tawassul, dengan sampel purposif pada ayat-ayat kunci seperti QS. al-Mā’idah [5]: 35 dan QS. al-Zumar [39]: 3. Instrumen penelitian berupa studi literatur, catatan kritis, dan analisis dokumen, dianalisis melalui content analysis interpretatif, komparatif, dan dialektik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hamka menekankan paradigma normatif–purifikatif dengan relasi langsung hamba–Tuhan melalui ketakwaan, amal saleh, dan jihad sosial tanpa mediator personal, sedangkan Bisri Musthofa menempuh paradigma tradisional–praktis yang mengakomodasi praktik tawassul melalui perantaraan spiritual dengan tetap menegaskan prinsip tauhid dan kekuasaan mutlak Allah. Perbedaan ini dipengaruhi oleh latar pendidikan, jaringan intelektual, orientasi gerakan, dan basis sosial audiens. Sintesis dialektis kedua tafsir menegaskan bahwa tawassul merupakan praktik spiritual yang sah sepanjang orientasi hati tetap tertuju kepada Allah, mencerminkan dua wajah Islam Nusantara—reformis-modernis dan tradisional-pesantren—yang bersatu pada prinsip tauhid dan kemurnian agama.
"
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Aqidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Mahdianto S.Hum., M.Pd. |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 02:32 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 02:32 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/7096 |
