Asmarita (2025) Penerapan Mantuq-Mafhum dalam penafsiran Al-Qur'an. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
"ABSRAK
Penafsiran Al-Qur’an memiliki peranan penting dalam menggali makna yang
tersirat maupun tersurat dalam ayat-ayat Al-Qur’an, khususnya terkait nilai-nilai
akhlak. Salah satu pendekatan penting yang berperan dalam penafsiran Al-Qur’an
adalah pendekatan Manṭūq dan Mafhūm. Manṭūq merujuk pada makna eksplisit dari
lafaz ayat, sedangkan Mafhūm menunjuk pada makna implisit yang dapat dipahami
melalui konteks atau kebalikan dari lafaz tersebut. Penelitian ini dilatar belakangi
oleh adanya kebutuhan untuk menggali secara lebih mendalam nilai-nilai moral
dalam Al-Qur’an yang tidak selalu dinyatakan secara langsung dalam teks. Fokus
penelitian diarahkan pada penafsiran ayat-ayat akhlak untuk membuktikan
bagaimana Manṭūq-Mafhūm mampu memperluas cakupan pemahaman terhadap
pesan-pesan moral Islam.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan bersifat studi kepustakaan
(library research). Data primer diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat
nilai-nilai akhlak dan buku-buku ushul fiqh yang memuat kaidah Manṭūq dan
Mafhūm, sedangkan data sekunder berasal dari berbagai kitab tafsir klasik dan
kontemporer seperti Tafsir al-Misbah, Tafsir Ibn Kathir, dan Tafsir al-Marāghī.
Metode analisis yang digunakan adalah analisis tematik berupa ayat-ayat akhlak
dengan menerapkan Manṭūq dan Mafhūm dalam setiap ayat yang dikaji. Pendekatan
ini membantu untuk menelusuri makna-makna implisit yang memiliki implikasi
hukum dan etika sosial dalam kehidupan umat Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Manṭūq-Mafhūm dalam
penafsiran ayat-ayat akhlak sangat efektif dalam menggali nilai-nilai moral yang
lebih mendalam. Dalam Q.S. Al-Isra’ (17): 23 misalnya, ayat ini secara Manṭūq berisi
tentang larangan berkata “ah” terhadap orangtua, sedangkan secara Mafhūm ayat ini
melarang untuk berperilaku yang lebih kasar dari perkataan “ah” seperti memukul
orangtua, menelantarkan atau bahkan yang lebih berat dari perbuatan tersebut. Hal
ini menunjukkan bahwa pesan etis dalam Al-Qur’an tidak hanya bersifat eksplisit,
tetapi juga kaya dengan makna implisit yang bermuatan ajaran akhlak. Temuan ini
menunjukkan bahwa metode Manṭūq-Mafhūm dapat dijadikan pendekatan
interpretatif yang utuh dan aplikatif, terutama dalam membangun karakter umat
serta memperkaya kajian tafsir di era modern.
Kata Kunci: Manṭūq, Mafhūm, Ayat-ayat Akhlak
vi"
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan UIN STS Jambi |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 03:45 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 03:45 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6997 |
