Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Ayat ayat feminis dalam penafsiran hamka

Ali Mahroja (2025) Ayat ayat feminis dalam penafsiran hamka. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apasaja ayat-ayat tentang tentang isu-isu gender dalam tafsir al-Qur’an Al-Azhar, menganalisis pandangan Hamka mengenai masalah-masalah yang dimiliki perempuan islam dan menganalisis pandangan Hamka mengenai kedudukan perempuan islam dalam tafsir al-Qur’an Al-Azhar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi teks dengan teknik pengumpulan dokumentasi dan literatur, menggunakan teknik analisis data berupa analisis konten dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka menafsirkan sejumlah ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan isu-isu gender dengan pendekatan yang moderat dan kontekstual untuk menegaskan kesetaraan laki-laki dan perempuan di hadapan Allah. Hamka berpandangan bahwa perbedaan peran bukan berarti ketimpangan hak, melainkan pembagian tanggung jawab sesuai kondisi sosial-budaya dan biologis. 2) Hamka menekankan bahwa rendahnya partisipasi perempuan bukanlah akibat ajaran Islam, melainkan akibat budaya patriarki yang menyimpang dari nilai-nilai Islam. Dalam tafsir Qs. Al-Baqarah [2]:282, Hamka menilai bahwa kesaksian dua perempuan dibandingkan satu laki-laki berlaku dalam konteks perniagaan saat perempuan belum banyak terlibat dalam urusan publik. 3) Terkait penciptaan laki-laki dan perempuan (Qs. An-Nisa [4]:1), Hamka menegaskan bahwa keduanya berasal dari satu jiwa yang sama, menandakan kesetaraan esensial. Untuk kepemimpinan gender (Qs. At-Taubah [9]:71), ia menyatakan bahwa laki-laki menjadi pemimpin karena kelebihan fisik dan beban perang, tetapi tetap menekankan tanggung jawab sosial bersama antara laki-laki dan perempuan. Dalam isu poligami (Qs. An-Nisa [4]:3), Hamka lebih merekomendasikan monogami karena syarat keadilan yang sangat berat. Dalam pembagian waris (Qs. An-Nisa [4]:11), ia menjelaskan bahwa bagian lebih besar bagi laki-laki selaras dengan beban nafkah dan tanggung jawab finansial dalam Islam.

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan UIN STS Jambi
Date Deposited: 22 Sep 2026 03:44
Last Modified: 22 Sep 2026 03:44
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6995

Actions (login required)

View Item
View Item