Muhammad Mansyur, Muhammad Mansyur (2025) Konsep Tawassut Nahdatul Ulama (Studi Analisis Komparasi dalam Tafsir Lathaiful Isyarat dan Tafsir Al-Munir). Masters thesis, UIN STS JAMBI.
Full text not available from this repository.Abstract
"Moderasi beragama adalah moderatnya pemahaman dan amalan beribadah dalam beragama, seimbang tidak ekstrem dan berlebih-lebihan. Penelitian ini membahas tentang Konsep Tawassut Nahdatul Ulama (Studi Komparasi Tafsir Lathaiful Isyarat dan Tafsir Al-Munir), Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ajaran Islam kadang muncul pandangan ekstrem oleh sebagian kelompok, sehingga kadang memicu aksi-aksi intoleran dan kekerasan. Dalam Islam, rujukan beragama memang satu, yaitu Al-Qur‟an dan Al-Hadits, namun fenomena menunjukkan bahwa wajah Islam adalah banyak. Ada berbagai golongan Islam yang terkadang mempunyai ciri khas sendiri-sendiri dalam praktik dan amaliah keagamaan. Penelitian ini ini bertujuan untuk mengetahui apakah Al-Quran dalam Tafsir Lathaiful Isyarat dan Tafsir Al Munir mempunyai persamaan dengan konsep moderasi yang menjadi prinsip dalam Nahdlatul Ulama‘ yang selama ini sangat dikenal dengan moderasinya dalam kehidupan beragama dan dan bernegara.
Dalam penelitiannya ini, peneliti menggunakan metode tafsir muqorin atau tafsir komparasi yaitu membandingkan antara Tafsir Lathaiful Isyarat dan Tafsir Al Munir yang memiliki persamaan atau kemiripan redaksi, yang berbicara tentang masalah atau kasus yang berbeda dan yang memiliki redaksi yang berbeda bagi masalah atau kasus yang sama atau diduga sama. Jenis penelitian kepustakaan (library research). Objek penelitian ini adalah Tafsir Lathaiful Isyarat dan Tafsir Al Munir. Subjek penelitiannya adalah Nahdatul Ulama. Pengumpulan data dilakukan dengan cara heuristik. Heuristik adalah kegiatan mencari dan menemukan sumber data yang diperlukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Pendapat NU dalam memaknai dan mendefinisikan konsep tawassuth adalah sikap tengah - tengah, sedang- sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. Kedua, Pemahaman NU terkait konsep tawassuth dalam Tafsir Lathaiful Isyarat dan Tafsir Al Munir tidak mengajak umat Islam untuk melakukan kekerasan, ekstrem dan berlebih-lebihan dalam beragama. Ketiga, Persamaan Tafsir Lathaiful Isyarat dan Tafsir Al Munir yang diadopsi oleh NU yaitu menawarkan bahwa memahami dan mengamalkan agama harus melalui jalur keseimbangan dan berada di jalan tengah sehingga agama terkesan ramah, lembut dan kasih sayang. Konsep tawassuth dalam kedua tafsir ini menjadi panduan praktis dalam kehidupan beragama yang toleran dan harmonis. Temuan ini memperkaya khazanah pemikiran keislaman tentang moderasi dan memperkuat posisi Nahdlatul Ulama sebagai ormas yang mengedepankan ajaran Islam yang moderat dan berimbang. Akhirnya peneliti merekomendasikan kepada pembaca agar berhati-hati dalam memahami sesuatu apalagi yang berkatan dengan tawassuth ini."
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Aqidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Juwita Asna Dewi, S.H.I |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 12:52 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 12:52 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6930 |
