Nuzulurrohmah, Nuzulurrohmah (2026) "KONTEKSTUALISASI MAKNA QS. AL-RŪM: 21 TERHADAP FENOMENA MARRIAGE IS SCARY: ANALISIS HERMENEUTIKA DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN ". Other thesis, UNSPECIFIED.
Full text not available from this repository.Abstract
"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kecemasan generasi Z terhadap pernikahan yang terefleksikan dalam fenomena “Marriage is Scary” di tengah tingginya angka perceraian dan pergeseran nilai sosial-ekonomi. Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya respons keagamaan yang kontekstual dan empatik terhadap kegelisahan psikososial Gen Z yang memandang pernikahan sebagai institusi berisiko, bukan lagi sumber ketenangan. Tujuan penelitian ini berusaha mengkontekstualisasikan makna moral-etis dari konsep sakinah, mawaddah, dan raḥmah dalam QS. Al-Rūm: 21 agar relevan dan berfungsi sebagai solusi psikologis terhadap kecemasan kontemporer.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research). Metode analisis yang digunakan adalah hermeneutika double movement (gerakan ganda) Fazlur Rahman. Gerakan pertama diaplikasikan untuk memahami konteks sosial-historis QS. Al-Rūm: 21 di Mekah dan pesan universalnya (ideal moral) sebagai koreksi terhadap sistem pernikahan yang materialistik dan patriarkal. Gerakan kedua diaplikasikan untuk mengkontekstualisasikan ideal moral tersebut, terutama makna sakinah (ketenangan jiwa) dan mawaddah-raḥmah (cinta yang setara dan kepedulian tanpa syarat), untuk merespons kondisi psikologis Gen Z.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideal moral QS. Al-Rūm: 21 adalah penciptaan relasi berpasangan yang didasarkan pada kesetaraan jiwa (min anfusikum) dan bertujuan pada ketenangan batin (sakinah) serta kasih sayang (raḥmah) yang meliputi penerimaan kelemahan pasangan. Kontekstualisasi makna sakinah melalui double movement menghasilkan solusi yang transformatif yakni sakinah dimaknai bukan hanya pemenuhan biologis-normatif (sebagaimana penafsiran klasik yang cenderung patriarkal), melainkan sebagai ketahanan mental, komitmen emosional yang setara, dan ruang aman (safe space) yang dapat mereduksi digital anxiety dan ketakutan Gen Z terhadap ketidakpastian. Dengan demikian, ayat ini berfungsi sebagai panduan normatif yang menuntut komitmen bersama (suami-istri) untuk memastikan tercapainya kestabilan psikologis dan sosial dalam rumah tangga. Pergeseran pemahaman ini menjadikan pernikahan bukan lagi hal yang menakutkan (marriage is scary), melainkan sebagai pasangan yang mendorong perkembangan diri (marriage is self-growth partner)."
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Mahdianto S.Hum., M.Pd. |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 02:46 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 02:46 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6927 |
