Heryani, Heryani (2024) Pemenuhan Hak perempuan dalam amar putusan cerai menurut perspektif Maqashid Syariah pada pengadilan agama Kuala Tungkal kelas 1 B, kab.Tanjung Jabung barat, Jambi. Masters thesis, UIN STS JAMBI.
Full text not available from this repository.Abstract
"ABSTRAK
Ada dua jenis perceraian: cerai talak (oleh suami) dan cerai gugat (oleh istri). Dalam kasus cerai talak,yang diikrarkan oleh mantan suami dalam putusan cerai belum terpenuhi, seperti dalam kasus “E” serta harta gono-gini masih dikuasai mantan suami yang putusan perceraiannya pada tanggal 25 Mei 2021. Dalam cerai gugat, seperti kasus “S,” hak-hak seperti nafkah hadhanah tidak dipenuhi oleh mantan suami meskipun sudah diatur dalam putusan cerai yang putusan perceraiannya pada tanggal 9 September 2021.
Secara normatif, dalam cerai gugat, Pengadilan Agama dapat menentukan nafkah, pemeliharaan anak, dan hak atas barang bersama. Berdasarkan SEMA Nomor 3 Tahun 2018 dan PERMA Nomor 3 Tahun 2017, hakim juga dapat menghukum suami untuk membayar Mut’ah dan Nafkah Iddah jika istri tidak nusyuz.
Adapun rumusan masalah yaitu: a) Bagaimana hak perempuan dalam Perceraian dan Orientasi Maqashid al-Syari’ah?, b) Bagaimana upaya penegakan hukum pemenuhan hak-hak perempuan secara hukum dalam perceraian di Pengadilan Agama Kuala Tungkal Kelas IB?, c) Bagaimana formulasi perlindungan hukum bagi pemenuhan hak-hak perempuan dalam penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Kuala Tungkal Kelas IB menurut perspektif Maqashid al-Syari’ah?
Lokasi penelitian di Pengadilan Agama Kuala Tungkal Kelas IB. Adapun metodologi penelitian yaitu empiris sosiologis dengan pendekatan penomena sosial (kasus), dan Maqashid al-Syari’ah menurut Asy Syatibi
Adapun hasil penelitian: Pemenuhan Hak perempuan dalam amar putusan cerai menurut perspektif maqashid al-syariah harus terpenuhi 5 hal, yaitu Hifz Ad-Din (Menjaga Agama), Hifz An-Nafs (Menjaga Jiwa), Hifz Al-‘Aql (Menjaga Akal), Hifz Al-Nasab (Menjaga Keturunan), Hifz Maal (Menjaga Harta). Penegakan hak perempuan bertujuan untuk memastikan bahwa perempuan yang mengalami perceraian memperoleh perlindungan hukum yang adil dan sesuai dengan nilai-nilai syariah yang mengatur kesetaraan di hadapan hukum.Formulasi perlindungan hukum terhadap hak perempuan dalam perceraian yaitu berupa Taklik talak, PERMA, PERDA dan MOU PEMDA Kab.Tanjung Jabung Barat dengan Pengadilan Agama Kuala Tungkal Kelas IB.
Adapun Novelty dalam penelitian ini yaitu kaidah :
لا يوجد قرار أفضل للطلاق إلا إذا حقق شعوراً بالعدالة وضمن حقوق المرأة على أساس مقاصد الشريعة.
Kata Kunci : Hak Perempuan, Amar Putusan Cerai, Maqashid al-Syariah."
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Ilmu Syariah |
| Depositing User: | Munsia Andriani |
| Date Deposited: | 04 Jul 2026 02:02 |
| Last Modified: | 04 Jul 2026 02:02 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6897 |
