Larassati (2025) Transformasi praktik ritual dalam tradisi satu muharam di desa kembang seri baru, kab. Batang hari. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
"Tradisi Satu Muharam merupakan salah satu praktik budaya keagamaan yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Kembang Seri Baru, Kabupaten Batang Hari. Tradisi ini tidak hanya merefleksikan identitas keislaman masyarakat setempat, tetapi juga mencerminkan sistem nilai, simbol, dan solidaritas sosial yang telah diwariskan secara turun-temurun. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan sosial, praktik tradisi ini mengalami transformasi baik dari segi bentuk, waktu pelaksanaan, maupun makna simboliknya. Fenomena tersebut mendorong pentingnya penelitian untuk memahami bagaimana transformasi terjadi dan apa makna yang terkandung di dalamnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis transformasi praktik ritual dalam Tradisi Satu Muharam di Desa Kembang Seri Baru, dengan fokus pada tiga aspek utama: perubahan masa pantangan, bentuk denda, dan media air langir. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi makna simbolik dari enam unsur utama dalam tradisi tersebut, serta memahami pandangan masyarakat terhadap perubahan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang menekankan pada pengamatan langsung, wawancara mendalam, dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat sebagai teknik pengumpulan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun bentuk-bentuk ritual mengalami penyederhanaan seperti masa pantangan yang awalnya 40 hari menjadi 1 hari, denda yang diganti dari ketupat menjadi uang, serta perubahan bentuk wadah air langir nilai-nilai esensial dan makna simbolik dari tradisi tetap dijaga. Transformasi ini merupakan bentuk adaptasi masyarakat terhadap tuntutan kehidupan modern, tanpa menghilangkan identitas budaya dan spiritualitas kolektif. Selain itu, simbol-simbol seperti Janur, ketupat, air langer dan doa bersama masih dimaknai secara mendalam oleh masyarakat sebagai media pembersihan diri dan pembaruan spiritual. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa tradisi Satu Muharam di Desa Kembang Seri Baru bersifat dinamis dan memiliki daya lenting budaya (cultural resilience) dalam menghadapi perubahan. Transformasi yang terjadi bukanlah bentuk kemunduran, melainkan ekspresi dari keberlanjutan tradisi dalam bentuk yang lebih kontekstual dan fungsional. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi lebih dalam perubahan makna simbolik dan peran generasi muda dalam mempertahankan atau memodifikasi praktik tradisi Satu Muharam, serta melakukan studi komparatif antar wilayah untuk melihat ragam bentuk transformasi budaya yang terjadi."
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan UIN STS Jambi |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 02:30 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 02:30 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6826 |
