Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Analisis Double Movement Fazlur Rahman Tentang Namimah dan Signifikansinya Terhadap Fenomena Postingan SARA di Media Sosial

Riadi, Revo Rahmatullah (2026) Analisis Double Movement Fazlur Rahman Tentang Namimah dan Signifikansinya Terhadap Fenomena Postingan SARA di Media Sosial. Other thesis, UNSPECIFIED.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Isu SARA merupakan fenomena sosial yang kompleks dan terus
berlangsung dari masa ke masa. SARA sebagai identitas dasar individu memiliki
peranan penting sekaligus sensitif dalam kehidupan masyarakat. Dalam
praktiknya, isu SARA sering termanifestasi dalam bentuk diskriminasi,
pelecehan, maupun konflik yang mengatasnamakan suku, agama, ras, dan
antargolongan. Pada era digital, perkembangan media sosial turut mempercepat
penyebaran isu tersebut sehingga memperbesar potensi konflik sosial di
masyarakat. Fenomena ini sering kali dipicu oleh berbagai kepentingan, seperti
upaya memperoleh dukungan politik, membangun sentimen kelompok, atau
menarik perhatian publik hingga suatu isu menjadi viral. Kondisi tersebut
menimbulkan persoalan akademik yang mendorong kajian terhadap isu SARA
dari perspektif moral Al-Qur’an.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
menerapkan metode Double Movement yang dikemukakan oleh Fazlur Rahman.
Data penelitian ini meliputi berbagai kitab tafsir klasik dan kontemporer yang
relevan dengan pembahasan ayat, serta didukung oleh literatur akademik
kontemporer yang membahas isu SARA dan media sosial. Selain itu, penulis juga
menggunakan karya-karya Fazlur Rahman sebagai rujukan utama dalam
memahami konsep Double Movement. Pendekatan ini dipilih karena dinilai
relevan untuk menganalisis fenomena isu SARA pada era kontemporer. Melalui
pendekatan tersebut, penafsiran Al-Qur’an dilakukan dengan memperhatikan
konteks historis turunnya ayat sekaligus menggali prinsip-prinsip moral universal
yang dapat diaplikasikan dalam konteks kehidupan masyarakat modern.
Hasil penelitian ini menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, isu SARA
merupakan tindakan diskriminasi, pelecehan, dan konflik yang mengatasnamakan
suku, agama, ras, dan antargolongan. Dalam perkembangan kontemporer, isu
SARA semakin mendapatkan ruang di media sosial dan kerap menjadi pemicu
konflik sosial. Kedua, Q.S. Al-Qalam ayat 10–11 merupakan ayat yang turun
pada periode Makkiyah yang merespons penentangan sebagian masyarakat
Quraisy terhadap dakwah Nabi Muhammad SAW, yang dilakukan melalui
tindakan mencaci, memfitnah, memboikot, serta memprovokasi masyarakat agar
mengabaikan dakwah Islam. Ketiga, ayat tersebut memiliki relevansi dengan
fenomena isu SARA, khususnya melalui konsep namīmah (adu domba), karena
dampak yang ditimbulkannya dapat memicu konflik horizontal di tengah
masyarakat, sebagaimana yang terjadi dalam penyebaran isu SARA pada era
media sosial saat ini. Oleh karena itu penulis merekomendasikan adanya pening-
katan literasi digital guna meminimalisir penyebaran isu SARA yang tergolong
namimah"

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Mahdianto S.Hum., M.Pd.
Date Deposited: 01 Jul 2026 03:19
Last Modified: 01 Jul 2026 03:19
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6803

Actions (login required)

View Item
View Item