Sayyida, Tata Ruzaina (2026) "EVALUASI REKONSTRUKSI ATAS PENAFSIRAN HARAKAH JIHĀDIAH PADA Q.S. AT-TAUBAH:123 DALAM TAFSIR FĪ ẒHILĀL AL-QUR’ĀN". Other thesis, UNSPECIFIED.
Full text not available from this repository.Abstract
"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penafsiran Sayyid Qutb terhadap Q.S.at-Taubah [9]: 123 dalam Fi Zhilal al-Qur'an, yang dinilai tidak sepenuhnya selaras dengan realitas nash Al-Qur'an, dinamika hukum alam (sunatullah), serta ijma ulama mengenai konsep jihad. Dalam tafsirnya, Qutb memposisikan ayat tersebut sebagai dasar Harakah Jihadiah yang bersifat global dan berkelanjutan, serta sebagai fase final legislasi jihad yang tidak lagi dibatasi oleh konteks defensif. Penafsiran ini memunculkan problem metodologis, terutama ketika dihadapkan pada konteks historis turunnya ayat, batas linguistik teks, serta kompleksitas sosial-politik masyarakat modern yang plural. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bangunan penafsiran Sayyid Qutb melalui kerangka kritik tafsir yang sistematis dan komprehensif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif berbasis library research dengan pendekatan evaluatif-rekonstruktif yang dirumuskan oleh Muhammad Ulinnuha.
Pendekatan ini menguji produk tafsir melalui tiga aspek utama, yaitu kualitas, orisinalitas, dan universalitas. Aspek kualitas dianalisis melalui kesesuaian dengan nash Al-Qur'an dan hadis sahih, hukum alam (sunatullah), serta ijma ulama. Aspek orisinalitas diuji melalui triangulasi sumber, metode, dan teori. Adapun aspek universalitas dianalisis melalui metode muqaranah dengan langkah al-jam'u, nasikh-mansukh, dan tarjih untuk menilai kompatibilitas tafsir dengan tafsir-tafsir muktabar dan realitas kontemporer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas penafsiran Sayyid Qutb berada pada tingkat sedang. Secara tekstual, ia konsisten menempatkan ayat dalam fase akhir legislasi jihad, namun memperluas maknanya menjadi prinsip universal yang kurang mempertimbangkan batas historis dan linguistik. Dari sisi hukum alam dan ijma, penafsirannya menunjukkan ketidakseimbangan antara visi ideologis dan prinsip proporsionalitas hukum Islam. Orisinalitas tafsir Qutb juga berada pada tingkat sedang, ditandai oleh corak sastra-haraki yang khas dan integrasi antara teologi tauhid dengan semangat perubahan sosial, namun kurang didukung perangkat metodologis klasik seperti analisis sanad, asbab al-nuzul yang komprehensif, dan disiplin fikih jihad. Adapun universalitas penafsirannya tergolong rendah, karena kecenderungan generalisasi konsep jahiliah serta sulitnya tafsir tersebut dikompromikan melalui prinsip al-jam'u, nasikh-mansukh, dan tarjih jika dibandingkan dengan tafsir-tafsir yang lebih kontekstual dan moderat. Penelitian ini menegaskan pentingnya kritik metodologis terhadap tafsir kontemporer, khususnya yang berpotensi melahirkan generalisasi normatif terhadap ayat-ayat jihad. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya pengembangan model tafsir yang lebih integratif antara teks, konteks historis, maqäşid al-syari'ah, dan realitas sosial modern, sehingga ayat-ayat jihad dapat dipahami secara proporsional, etis, dan konstruktif dalam masyarakat yang plural dan dinamis."
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Mahdianto S.Hum., M.Pd. |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 07:37 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 07:37 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6748 |
