Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

fenomena childfree dalam perspektif hadis an:nasai no 3227

Safira, Milda (2026) fenomena childfree dalam perspektif hadis an:nasai no 3227. Other thesis, UNSPECIFIED.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya fenomena childfree
sebagai pilihan hidup yang semakin berkembang dalam masyarakat modern,
termasuk di kalangan masyarakat Muslim. Fenomena ini memunculkan
perdebatan karena dianggap bertentangan dengan tujuan pernikahan dalam Islam
yang menganjurkan keberlangsungan keturunan. Dalam khazanah hadis, terdapat
sejumlah riwayat yang menekankan pentingnya memiliki keturunan, salah
satunya Hadis Sunan An-Nasa’i No. 3227 yang menganjurkan menikahi
perempuan yang penyayang dan subur. Namun, pemahaman terhadap hadis
tersebut sering kali bersifat tekstual sehingga menimbulkan penilaian normatif
tanpa mempertimbangkan konteks sosial dan tujuan syariat. Berdasarkan hal
tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji makna Hadis An-Nasa’i No.
3227 melalui pendekatan ma’anil hadis serta relevansinya terhadap fenomena
childfree dalam kehidupan masyarakat Muslim kontemporer.
Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research)
dengan pendekatan kualitatif. Data primer berupa Al-Qur’an dan Hadis Sunan
An-Nasa’i No. 3227, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab hadis, buku,
jurnal ilmiah, skripsi, dan literatur lain yang relevan dengan tema penelitian.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori ma’anil hadis dari Prof. Dr.
M. Syuhudi Ismail melalui beberapa tahapan, yaitu takhrij hadis, penelitian sanad
dan matan, analisis bentuk bahasa, penelusuran konteks historis (asbab alwurud), serta kontekstualisasi makna hadis dengan realitas sosial modern.
Berdasarkan hasil analisis, penelitian ini menunjukkan bahwa Hadis AnNasa’i No. 3227 secara normatif mengandung anjuran kuat untuk memiliki
keturunan sebagai bagian dari tujuan pernikahan dan keberlangsungan umat
Islam. Namun, melalui pendekatan ma’anil hadis, anjuran tersebut dipahami
tidak semata-mata bersifat mutlak, melainkan harus dikaitkan dengan kondisi
dan kemaslahatan. Fenomena childfree tidak dianjurkan dalam Islam karena
bertentangan dengan tujuan pernikahan, tetapi dapat ditoleransi dalam kondisi
tertentu yang dibenarkan secara syar’i, seperti alasan kesehatan atau mudarat
yang nyata. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman
hadis yang kontekstual agar ajaran Islam tetap relevan dalam menjawab
persoalan sosial kontemporer"

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Hadis
Depositing User: Mahdianto S.Hum., M.Pd.
Date Deposited: 29 Jun 2026 06:29
Last Modified: 29 Jun 2026 06:29
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6703

Actions (login required)

View Item
View Item