Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

"Makna Teologis Ritual Buang-Buang Dalam Tradisi Robo-Robo Masyarakat Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat,"

Rahman, Ahmad Sima Hanip (2026) "Makna Teologis Ritual Buang-Buang Dalam Tradisi Robo-Robo Masyarakat Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat,". Other thesis, UNSPECIFIED.

Full text not available from this repository.

Abstract

"ABSTRAK
Robo-robo merupakan sebuah tradisi yang berasal dari masyarakat
Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat yang dipercaya sebagai bentuk
penghormatan sebagai suatu budaya dan ekspresi rasa syukur terhadap
alam dan sekitarnya. Ritual “Buang-buang” merupakan elemen inti dalam
tradisi Robo-robo yang dirayakan oleh masyarakat Melayu di Kabupaten
Mempawah, Kalimantan Barat. Meskipun sering kali dipandang secara
sekilas sebagai praktik animisme, ritual ini menyimpan kedalaman makna
teologis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk membedah makna
teologis di balik simbol-simbol dalam ritual ""Buang-buang"" dan bagaimana
masyarakat setempat menyelaraskan tradisi leluhur dengan ajaran Islam.
Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan
etnografi-teologis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif pada
puncak perayaan Robo-robo, wawancara mendalam dengan tokoh adat
(Pangeran Ratu) dan kepada organisasi non pemerintah dan juga tokoh
agam setempat, serta analisis dokumen sejarah Kerajaan Amantubillah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual ""Buang-buang"" bukan
sekadar pemberian sesaji kepada makhluk halus, melainkan sebuah
simbolisme teologi rasa syukur dan tobat kolektif. Secara teologis, unsur
unsur dalam sesaji (seperti nasi ketan warna-warni, telur, dan ayam)
dimaknai sebagai representasi ketergantungan mutlak manusia terhadap
sang Khalik atas hasil bumi dan laut yang kemudian disedakahkan dengan
niat agar diselamatkan dari berbagai macam bencana. Proses melarungkan
sesaji di muara sungai melambangkan upaya manusia untuk ""membuang""
sifat buruk, kesialan (balak), dan egoisme sebelum memasuki tahun yang
baru yang didalam teologi islam disebut dengan tafaul (sifat optimisme
dengan sesuatu yang baik). Fenomena ini menunjukkan adanya akomodasi
kultural, di mana mantra-mantra lama telah bertransformasi menjadi doa
doa Islam (tahlil dan doa selamat), menegaskan bahwa ritual ini adalah
bentuk manifestasi tauhid yang dibalut dalam estetika budaya lokal.
Kata Kunci: Robo-robo, Ritual Buang-buang, Teologi Lokal, Melayu
Mempawah, Islamisasi Budaya."

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Pascasarjana > Magister Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Mahdianto S.Hum., M.Pd.
Date Deposited: 29 Jun 2026 06:15
Last Modified: 29 Jun 2026 06:15
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6690

Actions (login required)

View Item
View Item