Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Money politic dalam Perspektif Hadis ( Analisis Hermeneutika Fazlur Rahman)

Gusofi, Achmad (2026) Money politic dalam Perspektif Hadis ( Analisis Hermeneutika Fazlur Rahman). Other thesis, UNSPECIFIED.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Penelitian ini mengkaji fenomena money politic dalam perspektif hadis Nabi
Muhammad SAW dengan menggunakan pendekatan hermeneutika Fazlur Rahman,
khususnya konsep double movement. Politik uang dipahami sebagai persoalan
serius dalam praktik demokrasi modern yang tidak hanya merusak integritas
pemilu, tetapi juga mengandung problem moral dan etika keagamaan. Oleh karena
itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi hadis-hadis larangan
risywah (suap) terhadap praktik money politic, pandangan para ulama klasik dan
kontemporer mengenai politik uang, serta bagaimana pendekatan hermeneutika
Fazlur Rahman dapat digunakan untuk menafsirkan hadis secara kontekstual dalam
realitas politik masa kini. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode library
research (studi kepustakaan). Sumber data primer meliputi kitab-kitab hadis utama
seperti Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ Muslim, Sunan Abū Dāwūd, Jāmi‘ al-Tirmiżī, dan
Musnad Aḥmad, serta karya Fazlur Rahman, khususnya Islam and Modernity.
Sumber sekunder diperoleh dari buku-buku keislaman, jurnal ilmiah, skripsi, dan
karya akademik lain yang relevan dengan tema politik uang dan hermeneutika
hadis. Analisis data dilakukan melalui dua tahap double movement: pertama,
memahami hadis dalam konteks social historis kemunculannya; kedua,
merumuskan nilai-nilai moral universal hadis untuk diaplikasikan pada konteks
politik kontemporer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan risywah dalam hadis tidak
terbatas pada bentuk suap klasik dalam ranah hukum dan peradilan, tetapi
mengandung prinsip etika universal berupa keadilan (al-‘adālah), amanah (al-
amānah), kejujuran, dan penolakan terhadap penyalahgunaan kekuasaan. Melalui
pendekatan hermeneutika Fazlur Rahman, money politic dapat dipahami sebagai
bentuk modern dari risywah karena memiliki tujuan yang sama, yakni
memanipulasi keputusan publik dengan imbalan materi. Dengan demikian, praktik
politik uang bertentangan secara substansial dengan ajaran Islam dan nilai-nilai
moral hadis. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan hermeneutika Fazlur
Rahman mampu menjadikan hadis tetap relevan dalam menjawab problematika
sosial-politik modern, sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan studi
hadis yang kontekstual dan penguatan etika politik Islam dalam kehidupan
demokrasi kontemporer."

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Hadis
Depositing User: Mahdianto S.Hum., M.Pd.
Date Deposited: 29 Jun 2026 03:47
Last Modified: 29 Jun 2026 03:47
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6684

Actions (login required)

View Item
View Item