Insani, Fadhilah (2024) Reinterpretasi QS Ali Imran ayat 14 tentang Daya Tarik Perempuan Perspektif Qiraah Mubadalah (Studi Kritis Atas Tafsir Al-Qurtubi). Masters thesis, UIN STS JAMBI.
Full text not available from this repository.Abstract
"Diskriminasi terhadap perempuan tidak lagi menjadi hal baru dalam
sejarah umat manusia. Bahkan hingga di zaman sekarang ini permasalahan
yang selalu menjadi isu adalah ketimpangan hubungan antara laki-laki dan
perempuan. Dalam hal ini banyak teks Al-Qur’an yang ditafsirkan hingga
terkesan dianggap memarginalkan seorang perempuan. Sebagaimana
penelitian yang penulis angkat pada surah Ali Imrān ayat 14 dalam
penafsiran Al-Qurṭubī yang menyebutkan perempuan sebagai kesenangan
dunia yang menjadi sumber fitnah terberat bagi manusia, yang secara
literalnya manusia tersebut menunjukkan laki-laki. Padahal pada
kenyataannya perempuan juga dapat tertarik akan laki-laki, sehingga laki-
laki pun juga bisa menjadi fitnah bagi perempuan. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk melihat sisi keadilan gender dengan
menafsirkan kembali atas penafsiran surah Ali Imrān ayat 14 tersebut
melalui pendekatan qirā’ah mubādalah yang diusung oleh Faqihuddin
Abdul Kodir.
Adapun jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian
kepustakaan yang bersifat deskriptif analitis. Metode pengumpulan data
yang digunakan adalah dokumentasi dengan mengumpulkannya berupa
teks ayat Al-Qur’an, kitab, buku, jurnal, artikel dan lainnya. Dalam penelitian
ini teknik analisis data yang digunakan diambil dari pendekatan qirā’ah
mubādalah yaitu dengan cara menggali universal Islam tanpa memandang
jenis kelamin, menemukan gagasan utama ayat tanpa melihat jenis kelamin
objek yang disebutkan, memberikan gagasan utama yang telah di dapat
dari langkah sebelumnya pada jenis kelamin yang tidak disebutkan dalam
ayat.
Hasil temuan pada penelitian ini pertama, Di dalam penafsiran Al-
Qurṭubī menyebutkan bahwa adanya syahwat yang diperindah oleh Allah
maupun oleh syaitan itu terkesan tidak seimbang. Pada konteks
perempuan, Al-Qurṭubī lebih menonjolkan makna syahwat yang diperindah
oleh syaitan, sehingga daya tarik yang dimiliki perempuan terkesan tertuju
pada sisi negatif dan hanya ditujukan pada perempuan, Kemudian Al-
Qurṭubī terlihat memarginalkan perempuan dengan mengatakan
perempuan termasuk fitnah paling berat, adanya kutipan hadist dha’if terkait
pengekangan perempuan dan larangan mengajari mereka tulis menulis.
Kedua, hasil interpretasi ulang Q.S. Ali Imrān ayat 14 dengan pendekatan
qirā’ah mubādalah maka ditemukan argumentasi umum bahwa laki-laki
juga dapat menjadi sumber fitnah atau daya tarik bagi perempuan. turunan
gagasan berupa peringatan kewaspadaan akan aneka kesenangan dunia
yang tertuju kepada laki-laki terhadap perempuan, juga dapat tertuju
kepada perempuan terhadap aneka kesenangan dunia yang berupa laki-
laki."
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Aqidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Juwita Asna Dewi, S.H.I |
| Date Deposited: | 28 Jun 2026 01:36 |
| Last Modified: | 28 Jun 2026 01:36 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6607 |
