Arip, Samsul Ma'arif (2026) Bias Gender Dalam Tafsir Klasik Studi Komparatif Tafsir Al-Baghawi Perspektif Feminisme Amina wadud. Other thesis, UNSPECIFIED.
Full text not available from this repository.Abstract
"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kecenderungan bias gender dalam tafsir klasik yang lahir dalam konteks sosial patriarkal, yang menyebabkan pemahaman terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan relasi laki-laki dan perempuan sering kali menempatkan perempuan dalam posisi subordinatif. Salah satu karya tafsir klasik yang memilki pengaruh luas adalah Ma’ālim Al-Tanzīl Karya Al-Baghawī. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bias gender dalam Tafsir Al-Baghawī serta meninjaunya melalui perspektif feminisme Islam Amina Waddud.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan teknik analisis deskriptif-kualitatif. Sumber data primer meliputi Tafsir Ma’ālim Al-Tanzīl Karya Al-Baghawī dan karya-karya Amina Wadud yang berkaitan dengan hermeneutik feminis. Adapun data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan karya ilmiah yang relevan dengan tema gender dan tafsir. Analisis dilakukan dengan menelaah metode penafsiran Al-Baghawī, kemudian mengidentifikasi kontruksi pemahaman yang berpotensi mengandung bias, serta membandingkannya dengan pendekatan hermeneutik Amina Wadud yang menekankan prinsip tauhid, keadilan dan kesalingan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran Al-Baghawī terhadap ayat-ayat gender dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya zamannya, sehingga kecenderungan mempertahankan struktur relasi yang hierarkis antara laki-laki dan perempuan. Sementara pendekatan Amina Wadud menawarkan pembacaan yang lebih kontekstual dengan menekankan nilai keadilan dan kesetaraan sebagai prinsip umum Al-Qur’an. Analisis komparatif ini memperlihatkan bahwa bias gender dalam tafsir klasik bukan bersumber dari Al-Qur’an, melainkan dari cara penafsiran yang dipengaruhi oleh latar sosial mufasir. dengan demikian, penulis merekomendasikan agar kajian tafsir klasik tidak dipahami secara tekstual, melainkan perlu dibaca secara kritis dan kontekstual dengan mempertimbangan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan sebagai prinsip dasar ajaran Islam. Sehingga Al-Qur’an tetap relevan dan menjawab persoalan relasi gender dalam kehidupan sosial kontemporer.
"
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Mahdianto S.Hum., M.Pd. |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 03:52 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 03:52 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6486 |
