Diaz, Tirta Alim Wiliam KEBEBASAN BERAGAMA DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL: ANALISIS FILOSOFIS ATAS PEMIKIRAN ISAIAH BERLIN. Other thesis, UNSPECIFIED.
Full text not available from this repository.Abstract
"Penelitian ini berjudul “Kebebasan Beragama dalam Masyarakat Multikultural: Analisis Filosofis atas Pemikiran Isaiah Berlin” yang bertujuan untuk memahami secara mendalam konsep kebebasan beragama dalam pemikiran Isaiah Berlin serta relevansinya terhadap kehidupan masyarakat multikultural, khususnya di Indonesia. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa kebebasan beragama sebagai hak asasi manusia seringkali terhambat oleh intoleransi, diskriminasi, dan tekanan sosial-politik yang mengatasnamakan mayoritas. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan studi kepustakaan (library research), di mana peneliti berupaya mengungkap makna kebebasan beragama sebagaimana dialami dan dipahami manusia dalam konteks filosofis dan sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research) dengan menelaah karya-karya utama Isaiah Berlin seperti Four Essays on Liberty dan The Crooked Timber of Humanity, serta literatur pendukung lainnya mengenai liberalisme, pluralisme nilai, dan filsafat kebebasan. Analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dan hermeneutis, untuk menafsirkan dan memaknai konsep-konsep kebebasan beragama secara rasional dan kontekstual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebebasan beragama menurut Isaiah Berlin berakar pada tiga prinsip utama, yaitu kebebasan negatif, kebebasan positif, dan pluralisme nilai. Kebebasan negatif menekankan perlindungan individu dari intervensi eksternal, kebebasan positif menuntut kesadaran diri untuk menentukan keyakinan secara otonom, dan pluralisme nilai mengakui keberagaman moral sebagai keniscayaan manusiawi. Dalam konteks Indonesia, gagasan Berlin memiliki relevansi kuat untuk meneguhkan toleransi, keadilan, dan penghargaan terhadap perbedaan iman dalam kerangka masyarakat multikultural yang berlandaskan Pancasila.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebebasan beragama bukan sekadar hak formal, melainkan kesadaran moral dan spiritual yang menjadi dasar bagi kemanusiaan. Melalui pemikiran Isaiah Berlin, masyarakat dapat membangun keberagamaan yang inklusif, reflektif, dan humanistik, sehingga pluralitas tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai rahmat dan kekayaan sosial yang harus dijaga bersama.
Kata Kunci: Isaiah Berlin, Kebebasan Beragama, Kebebasan Negatif, Kebebasan Positif, Fenomenologi.
"
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Mahdianto S.Hum., M.Pd. |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 03:39 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 03:39 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6472 |
